Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan

Tips Cara Perawatan Burung Mabung (Ngurak)

Tips Cara Perawatan Burung Mabung (Ngurak)


Mitos Yang Salah Tentang Mabung (Ngurak)
Porsi Extra Fooding Perlu Ditambah Pada Saat Ngurak

Mabung atau rontok bulu (moulting) adalah siklus normal dari keluarga burung, seperti halnya ganti kulit pada jenis ular. Secara gampang, saat mabung kondisi burung jelas tidak nyaman, atau merasa “sakit”. Bagi penggemar burung berkicau, khusus yang merawat burung lomba, perawatan saat mabung adalah menjadi hal yang sangat penting. Sedikit daja kesalahan, hasilnya bisa sangat mengecewakan, bukannya membuat burung menjadi bagus, tetapi malah burung menjadi rusak.


Burung yang rusak karena salah perawatan saat mabung (ngurak), umumnya ditandai dengan perubahan kebiasaan yang tidak seperti biasanya. Perubahan yang dimaksud adalah berubahan kerja burung menjadi jelek, misalnya burung menjadi tidak stabil penampilannya, suka loncat (meletik), sampai yang ekstrim menjadi macet atau tak mau bunyi ketika dilombakan. Normalnya, dalam satu tahun burung akan sekali mengalami masa mabung selama kurang lebih 2-3 bulan.
Tenang, Belajar
Kondisi tubuh burung yang sakit membuat masa mabung burung perlu ditempatkan di tempat yang relatif tenang, jauh dari hiruk pikuk kebisingan. Bukan berarti tidak ada suara sama sekali, karena masa tenang juga bisa dimanfaatkan sebagai masa “belajar”. Sejumlah kicau mania berkeyakinan bahwa saat mabung adalah saat yang tepat untuk memaster burung. Bahkan, bila ketika mabung tidak dimaster, ada yang berkeyakinan lagu burung bisa hilang lagi. Selain untuk mengingatkan lagu yang sudah bisa dinyanyikan, juga untuk menambah lagi variasi lagunya, sehingga setelah selesai mabung diharapkan penampilannya lebih bagus, lagunya juga lebih lengkap dan merdu.


Titik Balik
Mabung juga dianggap bisa menjadi titik balik untuk mengubah atau memperbaiki karakter burung. Kicau mania yang memiliki burung baru dan kemudian kesulitan menemukan setelan untuk dilombakan, biasanya akan berusaha untuk “memabungkan”. Ini berangkat dari asumsi, setelah mabung, stelan sudah bisa diubah sesuai dengan keinginan pemilik baru. Burung yang karena satu dan lain hal rusak, punya tabiat jelek, salah satu resep untuk mengembalikannya adalah perawatan pada saat mabung. Bila perawatannya pas, seusai mabung burung bisa kembali melesat seperti sedia kala.

Mitos Yang Salah Tentang Mabung
• Mabung disebabkan atau bisa dipacu dengan pemberian extrafooding tertentu, misalnya diberi kroto atau ulat hongkong dalam jumlah banyak secara terus menerus.
• Selama mabung burung terus dikrodong, tanpa dibuka, tanpa dibersihkan kandanganya.
• Selama mabung burung diberi makan dan minum sekedarnya, asal cukup atau asal kenyang.

Ini Baru Benar
• Mabung adalah siklus normal, bukan karena diberi makanan tertentu.
• Proses mabung bisa terganggu atau terhambat karena ada gangguang metabolisme. Gangguan metabolisme bisa terjadi karena asupan pakan yang kurang berkualitas. extrafooding seperti kroto, ulat hongkong, jangkrik, adalah contoh pakan yang bagus dan bisa memperbaiki proses metabolisme sehingga pemberian pakan ini membuat mabung menjadi lancar, bukan karena makanan tersebut jadi pemacu mabung.
• Selama mabung burung memang perlu dikrodong dan disendirikan, jangan terlalu sering diganggu karena kondisinya memang sedang sakit.
• Beri pakan yang berkualitas, juga air minum yang bersih dalam jumlah cukup, ternasuk pakan tambahan seperti kroto. Bila perlu berikan tambahan suplemen, vitamin, atau probiotik yang menurut pengalaman sangat membantu proses pemulihan.

• Cadangan pakan dan minuman kira-kira cukup buat tiga hari paling tidak seminggu dua kali kandang dibersihkan sambil mengganti pakan dan minum.
• Kandang yang tidak dibersihkan, kotoran menumpuk, mengundang bibit penyakit, apalagi saat musim hujan karena kandungan amoniak dalam kotoran juga meningkat.
• Secara teknis, kebutuhan makanan dan minuman selama mabung meningkat, baik dari sisi kualitas maupun jumlah. Jadi, jangan diberi pakan seperti kondisi normal.


Tulisan ini merupakan sebuah sharing pengalaman mungkin bisa dijadikan sebagai wacana dan tidak ada salahnya bila dicoba siapa tahu bisa dijadikan sebagai solusi bagi para kicau mania yang memiliki burung ngurak (mabung).
READ MORE - Tips Cara Perawatan Burung Mabung (Ngurak)

Ulat Hongkong Bukan Penyebab Katarak

Pengeruhan pada lensa mata yang dikenal dengan istilah katarak tidak disebabkan oleh ulat hongkong ataupun terkena sinar matahari atau terkena sinar lampu seperti rumor yang selalu beredar di kalangan kicaumania. Katarak lebih disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Induk ataupun kakek/nenek burung yang terkena katarak tersebut pasti ada yang menderita katarak yang kemudian menurun pada burung anda.

Kejadian katarak juga dijumpai pada burung yang masih muda, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan katarak, penyembuhan hanya bisa dilakukan dengan operasi untuk mengganti lensa mata. Hingga saat ini belum ada yang menjual lensa mata untuk burung, sehingga prosedur operasi katarak pada burung belum dapat dilakukan.
READ MORE - Ulasan Singkat Mengenai Katarak Dan Ulat Hongkong

Extra Fooding Untuk Burung Kicau

- Jangkrik
Jangkrik merupakan hewan serangga yang mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi dari pada serangga yang lain. Selain protein, jangkrik juga mengandung beberapa asam amino baik asam amino 3 dan asam amino 6. Selain itu, juga terdapat enzim dan mineral lainya yang kesemuanya itu digunakan sebagi bahan baku untuk berbagai bidang, karena itu kicau mania beranggapan bahwa jangkrik dapat meningkatkan power, jadi jangkrik mutlak diberikan. mengenai porsi bisa diberikan 2-3 ekor pagi dan sore tapi itu tergantung masing-masing burung pada intinya bagaimana burung mampu bekerja secara maksimal dengan porsi jangkring yang pas.

- Kroto
Kroto adalah telur dari semut rang-rang (Oecophylla smaragdina) yang banyak digemari oleh burung-burung pemakan serangga, para kicau mania memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau waktu mereka menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba. Kroto diberikan agar burung menjadi lebih sehat sehingga rajin bunyi, karena kroto mengandung protein tinggi yang relatif mudah dicerna sehingga sebagian besar kicau mania merekomendasikan pemberian kroto walaupun dengan porsi yang berbeda-beda. secara umum kroto diberikan hanya 1 sendok bisa pagi atau sore, bisa tiap hari atau dua hari sekali, ada juga yang pemberian kroto hanya dilakukan menjelang turun lomba saja.

- Cacing
Cacing tanah merupakan salah satu jawaban di dalam mengatasi kelangkaan masalah protein hewani untuk unggas. Kandungan protein cacing dari hasil penelitian menunjukkan cacing tanah mempunyai kandungan protein cukup tinggi, yaitu sekitar 72%, yang dapat dikategorikan sebagai protein murni.
Dihabitat aslinya anis merah, anis kembang suka makan cacing sehingga pemberian extra fooding berupa cacing banyak dilakukan oleh para merah mania, menurut sebagian besar merah merah mania cacing bisa bikin anis merah betah teler (tancep). mengenai porsi antar merah mania berbeda tergantung kebiasaan, ada yang memberikan extra fooding cacing hanya sesaat menjelang naik gantangan dan ada juga yang menjadikan cacing sebagai menu utama harian.

- Ulat Hongkon
Ulat hongkong (Tenebrio mollitor) termasuk salah satu jenis pakan yang digemari burung. Berbagai jenis burung sangat menggemarinya. Ulat Hongkong banyak digunakan oleh kicau mania sebagai pendongkrak stamina agar burung jagoan lebih fight dalam bertarung di atas gantangan, kebanyakan kicau mania menggunakan ulat hongkong hanya saat menjelang turung lomba atau sesaat sebelum naik gantangan, tetapi ada juga yang menjadikan ulat hongkong sebagai menu harian, semua tergantung dari kebiasaan.


- Ulat Bambu (Ulat Bumbung)
Ulat bambu (Erionota thrax) biasanya dijual dalam kemasan bumbung bambu. Berbeda dengan ulat hongkong, ulat ini mempunyai kulit yang lebih tipis dan lunak sehingga kandungan kitin di dalamnya juga lebih sedikit. Dengan kondisi tubuhnya seperti ini maka ulat ini mempunyai nilai gizi yang lebih baik untuk burung, terutama untuk anak-anak burung, yang sistem pencernaannya tergolong masih peka. Ulat Bambu banyak digunakan oleh kicau mania sebagai pendongkrak stamina agar burung jagoan lebih fight dalam bertarung di atas gantangan, kebanyakan kicau mania menggunakan ulat bambu hanya saat menjelang turung lomba atau sesaat sebelum naik gantangan, tetapi ada juga yang menjadikan ulat bambu sebagai menu harian, semua tergantung dari kebiasaan.

- Sayuran
Sayuran biasa diberikan kepada burung, terutama untuk suku ayam hias (Phasianidae) seperti ayam, merak, kuau, dan puyuh. Pakan sayuran ini disukai pula oleh bebek, kakatua, dan parkit dan kenari. Jenis sayuran yang biasa diberikan adalah sawi dan selada untuk burung kenari, kecambah (taoge) dan kangkung untuk love bird.


- Buah-buahan
Hampir semua burung menyukai buah-buahan sebagai pakan utamanya atau hanya sebagai pakan tambahan. Di antara buah-buahan yang tersedia di pasar, buah yang banyak disukai burung adalah pepaya, pisang kepok yang sudah matang dan apel. Buah untuk pakan sebaiknya yang matang pohon, jangan yang matang karena dikarbit. Selain itu, ada jenis buah lain yang juga disukai oleh burung, seperti buni, kersen (ceri), salam, beringin, dan palem.
READ MORE - Extra Fooding Untuk Burung Kicau


Pemahaman Karakter Burung Adalah Hal Terpenting Dalam Perawatan Burung Untuk Lomba

Kunci sukses merawat burung agar selalu moncer di arena lomba yang paling utama adalah ketekunan dan kesabaran serta pemahaman tentang karakter burung yang kita rawat, menjadikan burung yang kita rawat sebagai bagian dari keluarga kita sehingga kita tau apa yang diinginkan oleh burung tersebut agar mau bertarung (berkicau) di atas gantangan dan tujuan akhir adalah juara dan uang serta nama besar tentunya.

Pemahaman karakter meliputi porsi extrafooding, mandi jemur, sangkar serta lingkungan tempat istirahat burung tersebut dan yang pasti master yg cocok buat burung jagoan kita. Masalah perawatan harian dan lain-lain seperti setting lapangan sebelum naik gantangan itu semua akan secara otomatis harus difahami oleh perawat burung, jika perawat mampu memahami karakter burung tersebut. Jika kita mampu memahami kemauan burung jagoan kita dengan didukung bahan yang berkualitas (fight, lagu,ngerol,speed,volume) dijamin sukses dech ! Silahkan dicoba memahami karakter burung jagoan anda.
READ MORE - Kunci Sukses Agar Burung Kicauan Moncer Di Arena Lomba

BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK (GRYLLUS MITRATUS BURM)

JENIS
Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus, untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

MANFAAT
Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung.

PERSYARATAN LOKASI
1. Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA :
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.

Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

2. Pembibitan

1 Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.

Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:

  • sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
  • kedua kaki belakangnya masih lengkap.
  • bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
  • badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
  • pilihlah induk yang besar.
  • dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.

b. Induk jantan:

  • selalu mengeluarkan suara mengerik.
  • permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
  • tidak mempunyai ovipositor di ekor.
  • Induk betina:
  • tidak mengerik.
  • permukaan punggung atau sayap halus.
  • ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.

2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

3. Sistem Pemuliabiakan
Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

4. Reproduksi dan Perkawinan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ¡Ã“ 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin. Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).

5. Proses kelahiran
Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.

2. Pengontrolan Penyakit
Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

3. Perawatan Ternak
Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).

4. Pemberian Pakan
Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.

5. Pemeliharaan Kandang
Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.


HAMA DAN PENYAKIT
1. Penyakit, Hama dan Penyebabnya
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.

2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit
Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.

PANEN
1. Hasil Utama
Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.

2. Penangkapan
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.

READ MORE - BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK (GRYLLUS MITRATUS BURM)

BUDIDAYA JALAK SUREN

Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla.

Keistimewaan jalak suren
Jalak suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring dan bervariasi. Bisa dipahami kalau banyak orang yang memelihara burung ini.

Ada empat alasan orang memelihara jalak suren. Pertama, untuk menjaga rumah. Kedua, untuk kesenangan. Ketiga, untuk memancing suara burung lain agar ikut berkicau. Kecerewetan jalak uren akan merangsang burung lain untuk mengeluarkan nyanyiannya. Jalak suren dapat dijadikan master bagi whamei atau whabi. Keempat, untuk ditangkarkan. Usaha penang-karan dilatarbelakangi oleh kesa-daran terhadap kelestarian jenis burung ini dan alasan ekonomis. Jalak suren hasil penangkaran dapat diperjualbelikan dengan harga Rp 350.000,00 per pasang.


Membedakan jantan dan betina
Jalak suren mulai dewasa pada umur 8-10 bulan.
Ciri fisik dan tingkah laku burung jantan dan betina mulai bisa dibedakan. Untuk membedakannya, harus dilakukan dengan pengamatan yang seksama.

Jalak suren jantan memiliki tubuh berbentuk lurus dengan ukuran relatif lebih besar dari betina. Tubuhnya lonjong dan panjang, kepa-lanya lebih besar dan bulat, paruhnya relatif lebih panjang dan kokoh. Bulu kepala, punggung, dan dada berwarna hitam legam dan mengilat. Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang.

Yang betina memiliki bentuk tubuh bulat dan pendek. Warna hitam dan putihnya agak suram. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan.
Selain itu, aktivitas dan gerakan burung jantan relatif lebih lincah dan agresif dari yang betina. Suara ocehannya lebih cerewet, bervariasi, dan lebih keras dari betina.
Untuk tujuan penangkaran, burung jantan dan betina harus dipilih yang memiliki pandangan mata tajam, postur tegap, gesit, gerakan lincah, suara lantang, dan nafsu makan tinggi.

Cara menangkar
Penangkaran merupakan solusi penting dalam menjaga populasi jalak suren supaya tidak sampai punah.
Dalam menangkarkan jalak suren, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan.
Kandang sebaiknya memiliki bentuk meninggi. Di dalam kandang disediakan tanaman yang tinggi, bercabang banyak, dan berdaun lebat, misalnya kemuning, klampis, kersen, atau tanaman lain yang mirip dengan tanaman tersebut. Lantai kandang juga perlu ditanami tanaman perdu atau semak dan rumput-rumputan. Tempat berteng-ger diupayakan yang besar atau melebar untuk memudahkan perkawinan. Tempat pakan harus cukup memadai dan kebersihannya dijaga. Tempat minum dan mandi juga perlu disediakan. Sinar matahari harus dapat masuk ke kandang secara memadai. Banyaknya sinar matahari yang masuk sangat menentukan produktivitas perkawinan dan telur. Selain itu, tentunya juga perlu tempat berteduh sewaktu ada hujan.

Menurut pengalaman, jalak suren yang ditempatkan dalam kandang berukuran 100 x 175 x 200 cm atau yang lebih besar lagi (3 x 3 x 4 m) ternyata bisa berkembang biak dengan baik. Perlengkapan yang ada di dalam kandang ditata hingga menyerupai kondisi alami.
Pakan yang diberikan berupa pepaya, pisang, dan serangga (misalnya kroto, ulat bambu, ulat hongkong, atau jangkrik.

Selain itu, juga diberi voor yang berkualitas baik. Dengan pakan seperti ini, sepasang jalak suren yang sudah jodoh akan berkembang biak dengan baik.
Jalak suren mulai siap berbiak pada umur 10-12 bulan. Satu tahun untuk betina dan 1,5-2 tahun untuk jantan merupakan umur ideal untuk penjodohan. Biasanya betina lebih cepat dewasa kelamin dibanding jantan.

Tehnik penjodohan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kalau jumlahnya banyak, penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya, masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya. Bila ada sepasang burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu pertanda jodoh. Burung yang sudah jodoh harus dipindahkan dalam kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh yang lain yang sama-sama jodoh atau berebut jodoh. Ini akan mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selan-jutnya.
Jika hanya ada dua ekor, seekor jantan dan seekor betina, penjodo-han dapat dilakukan dengan mendekatkan betina ke jantan. Caranya, burung betina dimasukkan dalam sangkar kecil atau sangkar gantung. Burung jantan dibiarkan dalam kandang penangkaran. Selanjutnya, sangkar kecil berisi burung betina dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan segera jodoh.
Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada tanaman yang banyak cabangnya.

Dalam kandang penangkaran jalak suren dapat dirangsang membuat sarang. Caranya, di beberapa tempat yang layak untuk bersarang -misalnya pada tanaman yang memiliki banyak cabang kuat, terlidung, dan aman dari gangguan- diberi tatanan dasar sarang. Di tempat-tempat yang telah ditentukan itu ditaruh bahan sarang seperti jerami, akar sulur yang panjang, ranting-ranting, atau daun-daunan. Bahan sarang ini ditata melingkar atau dalam tumpukan yang teratur. Cara ini dapat merangsang dan membantu jalak suren untuk bersarang.
Jalak suren akan memilih sendiri tempat yang sesuai untuk bersarang. Pembuatan sarang dilakukan selama 5-10 hari, tergantung agresivitas burung. Ukuran sarang termasuk besar. Panjang tumpukan susunan sarang antara 35-45 cm, lebar 20-30 cm, dan tinggi sekitar 20 cm. Lubang tempat keluar masuknya burung berada di permukaan atas sarang, agak miring dengan derajat kemiringan antara 40-45°.
Jalak suren merupakan salah satu, mungkin satu-satunya, jenis dari keluarga Sturnidae yang membuat sarang bukan di dalam rongga pohon, tetapi menaruh sarang pada cabang-cabang pohon.

Telur jalak suren berwarna biru, berukuran 19,8 x 27,7 mm, dan berjumlah 3-4 butir. Telur dierami bergantian oleh burung jantan dan betinanya. Telur-telur itu akan menetas setelah 14 hari dierami. Selain sebagai pengganti selama pengeraman telur, yang jantan juga bertindak sebagai penga-man di luar sarang. Anak jalak suren akan dipelihara induknya sampai berumur 1,5 bulan.

Jalak suren bisa berkem-bang biak sepanjang tahun. Puncak perkembangbiakan terjadi pada pertengahan tahun, yaitu antara bulan Januari-Juni. Bulan Juli-Desember merupakan masa penurunan perkawinan.


Perawatan anak
Induk jalak suren akan menyuapi anaknya yang baru menetas dari telur dengan pakan berupa serangga, misalnya kroto, belalang, kupu-kupu, jangkrik, ulat hong-kong, ulat bambu, atau jenis serangga lain yang dijumpai. Anak jalak suren jarang disuapi buah-buahan. Demikian pula dengan anak yang sudah keluar dari sarang, pakan yang diberikan berupa serangga, sampai anakan umur 1-1,5 bulan. Setelah itu anak jalak suren mulai makan buah-buahan.
Pemberian makanan dilakukan 1-2 jam sekali setiap hari. Kira-kira umur 1,5 bulan anak jalak suren sudah disapih oleh induknya.

Selanjutnya anak jalak suren dapat dipisah dari induknya dan diperlakukan seperti halnya jalak suren dewasa. Burung muda ini selanjutnya bisa dilatih suaranya atau ditangkarkan seperti induknya.
READ MORE - BUDIDAYA JALAK SUREN

Saya mendapat email dari kawan KM yang menanyakan cara pemberian air kencur dan madu untuk burung. Jawaban untuk hal itu saya posting karena menurut saya perlu juga di-sharing di sini.
Di dalam email itu dikatakan seperti ini "...ada beberapa yang saya kurang jelas yaitu pemberian air kencur atau air madu. Apakah harus diganti pada hari yang sama atau boleh diganti keesokan harinya Om?"


Jawaban saya:
Untuk air kencur dan madu sebaiknya malah tidak demikian. Pemberian paling bagus begini:
Untuk air kencur, buat jangan terlalu kental. Pemberian: sekitar satu jam setelah dia makan/minum sehabis dimandikan pagi, ambil air minumnya. Biarkan selama 3-4 jam tanpa air minum. Masukkan kembali air minum setelah 3-4 jam itu, dan biasanya dia akan segera minum. Perhatikan ya. Setelah sekali teguk, ambil segera air minum itu dan diganti dengan air kencur. Maka dia akan melanjutkan minum degan meminum air kencur. Biarkan air kencur di sana selama 3-4 jam. Setelah itu (asumsi saya sore hari) ganti dengan air biasa.


Maksud dari pemberian seperti itu adalah agar konsumsi air kencur bisa maksimal tanpa harus memaksa burung untuk minum air kencur sepanjang hari. Sebab, kalau burung benar-benar tidak doyan, maka bisa jadi dia seharian itu tidak mau minum. Risikonya, burung dehidrasi atau krongkongan jadi kering dan malah rusak/serak.
Untuk pemberian madu (juga jangan terlalu kental), lakukan dengan cara demikian khususnya untuk burung2 non-pemakan buah seperti MB misalnya. Untuk burung2 pemakan buah diberikan sejak pagi tidak apa-apa dan siang harinya madu tidak usah dikeluarkan tetapi berikan saja secara berdampingan dengan air minum biasa. Baru sore harinya ketika mau dikerodong, air madu dikeluarkan.
READ MORE - CARA PEMBERIAN AIR KENCUR DAN MADU

KAPAN BURUNG SIAP TARUNG?

Seringkali penghobi burung merasa jengkel karena tiba-tiba saja burungnya "ngedrop". Tidak lagi bisa tampil seperti biasanya, meskipun dia tidak pernah mengubah penanganan terhadap si burung, baik dari sisi makanan, mandi-jemur, maupun pemberian extra feeding. Ternyata belakangan diketahui, satu-dua bulu burung mulai berjatuhan. Ah, ternyata burung kesayangannya memasuki masa ngurak, yakni rontok bulu, sebagai bagian dari proses mabung (molting ).

Setelah sekian lama mabung, burung tak juga kunjung pulih. Jangankan mengeluarkan tembakan-tembakan andalan, bahkan ngeplong pun belum mau. Dan ternyata, kasus semacam itu banyak kita jumpai. Ternyata pula, banyak di antara kita yang belum memahami apa itu proses mabung. Dan apabila itu terjadi, kapan burung siap lagi untuk ditampilkan di arena lomba dan mencapai hasil maksimal?

Berkaitan dengan persoalan tersebut, berikut ini saya tampilkan sebuah grafik yang menggambarkan "siklus performance burung" yang saya ambil dari website David De Souza (www.shama.com.sg) yang menurut saya sangat bagus sebagai panduan kita, kapan burung kita siap dilombakan. Siap lomba dalam arti si burung tersebut sudah melewati masa ganti bulu trotol, mabung I atau setidaknya setelah mabung II.

Burung rata-rata mabung setahun sekali, bahkan ada yang lebih dari 1 tahun belum mabung karena faktor makanan, suhu, dan cuaca di sekitarnya. Berdasarkan "siklus performance burung" tersebut, maka bisa kita uraikan sebagai berikut:

Grafik: Siklus performance burung

1. Masa Mabung (Molting Periode)
Masa mabung burung memakan waktu sekitar 3,5 bulan. Kalau ada kelainan pada burung tersebut, masa mabung bisa memakan waktu sampai 4 bulan. Namun dalam kisaran 3 sampai 4 bulan, biasanya mabung sudah beres bila burung yang mabung kita perlakuan dengan baik, dalam hal ini: mandi, jemur, dan makanan porsinya sesuai dengan masa mabung.

2. Masa Siap Tarung (Ready for Contest Period)


Seusai mabung, burung memasuki kondisi fisik yang prima dan siap diturunkan ke arena latihan mapun lomba. Masa ini kurang lebih selama 6 bulan, dimulai sejak usai mabung (atau 3,5 bulan setelah memasuki masa ngurak/rontok bulu). Periode ini adalah waktu paling ideal untuk menurunkan burung ke arena lomba. Tentu saja dengan catatan bila burung kita sehat dan ditangani secara pas dalam hal perawatan hariannya, mulai dari pakan, mandi-jemur dan sebagainya. Dengan perawatan yang pas, tidak mengherankan kalau kita sering melihat ada burung jawara yang begitu selesai masa mabung sudah mampu menyabet lagi predikat jawara.

3. Kondisi puncak (Top Form Period)
Masa ini dimulai pada bulan ke-6 sampe bulan ke-9 dari, dan merupakan the best time untuk mengontestkan burung kita. Jadi selama 3 bulan ini, burung dalam kondisi puncak (top performance).

4. Masa Sebelum Mabung (Out of Form Before Molting Period)
Masa sebelum mabung, setidaknya dimulai bulan ke-10. Sebaiknya burung tidak dilombakan atau distirahatkan. Jadi ada 6 bulan di mana burung kurang vit, 3 bulan persiapan mabung + 3 bulan mabung. Pada periode 3 bulan persiapan mabung, banyak burung yang masih bisa merebut gelaran jawara. Pemilik benar-benar mengistirahatkan burung bila kondisi ngurak sudah nyata.

Semoga sekelumit tulisan ini bermanfaat untuk kita semua

READ MORE - KAPAN BURUNG SIAP TARUNG?

Suku ini menyebar Besar di Asia dan Afrika. Memiliki Ciri sayap pendek, ekor agak panjang, dan paruh ramping. Mempunyai bulu yang halus dan lembut, beberapa jenis tertentu berjambul tegak. Burung jantan dan betina sangat mirip dan hanya memiliki perbedaan yang sangat tipis, kebanyakan mempunyai warna bulu yang buram dengan pola warna kuning, jingga, hitam dan putih.


Burung cucak-cucakan terutama merupakan burung pemakan buah-buahan serta serangga, burung ini memiliki sifat yang sangat percaya diri dengan gaya dan kicauan yang sangat ramai serta sangat musical pada beberapa jenis tertentu. Lebih cenderung hidup di pohon dan membuat sangkar berbentuk mangkuk yang tidak rapi, serta tidak ditemukan burung migrant dalam suku ini. Suku ini terdiri dari ( CUCAK, MERBAH, EMPULOH dan BRINJI ).
Ctt : I => Inggris, M => Mayalsia, Keterangan Mudah2-an akan selalu di UpDate.

CUCAK RAWA ( Pycnonotus zeylanicus ) I : Straw-headed Bulbul; M : Barau-barau

Nama Pasaran : Cucak Rowo ( Jawa )

Keterangan
Berukuran besar ( 28 cm ), berkepala pucat dengan kumis hitam mencolok. Mahkota dan telinga jingga jerami, punggung cokelat zaitun dan bercoret putih. Sayap dan ekor cokelat kehijauan, dagu dan tenggorokan putih. Dada abu-abu bercoret putih, perut abu-abu, tungging kuning, Iris mata kemerahan, paruh hitam, kaki cokelat gelap.

Suara
Keras, jelas, beralun, turun naik sembarangan, tetapi berirama baku, sahut menyahut atau seperti dalam koor.

Penyebaran Global
Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar.

Penyebaran Lokal dan Status
Di dataran rendah dan perbukitan Sumatera ( termasuk Nias ) dan Kalimantan, sekarang masih tersebar luas walaupun dulu lebih umum. Di jawa terbatas di bagian barat sampai ketinggian 800 m, tetapi sekarang sangat jarang. Digemari sebagai burung peliharaan karena pandai berkicau.

Kebiasaan
Mengunjungi hutan sekunder dan pinggiran hutan, sering tinggal di lahan basah yang penuh semak belukar. Dekat sungai atau rawa. Agak pemalu, tidak mencolok dan tebih tedengar suaranya dari pada terlihat bentuknya

CUCAK KERINCI ( Pycnonotus leucogrammicus ) I : Cream-Striped Bulbul

Keterangan
Berukuran sedang ( 18 Cm ), berwarna coklat zaitun dengan bulu bercoretkan putih mencolok, Sayap dan ekor hijau zaitun, jambul lebat dan agak membulat. Pinggir kepala dan dada coklat zaitun, bercoretkan putih. Tenggorokan dan perut Putih, penutup ekor bawah berwarna kuning, iris kuning, paruh kehitamanan, kaki kehitaman.

Suara
Ramai, dengan suara saling memanggil yang meletup-letup.

Penyebaran Global
Endemik di Sumatera.

Penyebaran Lokal dan Status
Terbatas di hutan-hutanperbukitan dan pegunungan Bukit Barisan, Sumatera, umum terdapat pada ketinggian antara 800-1.200 m ( di gunung Kerinci tercatat hingga ketinggian 1.900 m )

Kebiasaan
Seperti halnya cucak-cucakan lain. Menyukai pegunungan bawah dan hutan sekunder yang rapat serta perkebunan kopi.

CUCAK MUTIARA ( Pycnonotus tympanistrigus ) I : Spot-nacked Bulbul

Keterangan:
Berukuran kecil ( 16 Cm ), tanpa jambul, berwarna coklat zaitun. Mahkota coklat zaitun gelap, tungging sayap dan ekor kehijauan; kekang dan tenggorokan keputih-putihan. Kulit di sekitar mata hitam, penutup telinga kuning. Tubuh bagian bawah berbintik coklat dan putih dengan garis-garis kuning zaitun pada penutup ekor bawah. Burung ini persis seperti Cucak Rawa dengan postur yang kecil.

Suara:
Nada ganda “tdip-diiw” dengan nada pertama lebih tinggi dan berulang-ulang.

Penyebaran global: Endemik Sumatera.

Penyebaran Lokal dan Status:
Tidak umum terdapat di hutan perbukitan Sumatera, antara ketinggian 600-900 m. Tercatat di pegunungan Bukit Barisan selatan sampai gunung Kerinci hingga lebih ke selatan sampai Gunung Dempu.

Kebiasaan:
Lebih menyukai hutan sekunder dan lapisan bawah di pinggir hutan.

CUCAK SAKIT-TUBUH ( Pycnonotus melanoleucos ) I : Black-and-White Bulbul

CUCAK KURICANG ( Pycnonotus atriceps ) I : Black-headed Bulbul; M : Merbah Siam

CUCAK KUNING ( Pycnonotus melanicterus ) I : Black-crested Bulbul; M : Merbah Jambul Hitam

CUCAK BERSISIK ( Pycnonotus squamatus ) I : Scaly-breasted Bulbul; M : Merbah Bersisik

CUCAK KELABU ( Pycnonotus cyaniventris ) I : Grey-bellied Bulbul; M : Merbah Abu-abu

CUCAK CAMBANG-MERAH ( Pycnonotus jocosus ) I : Red-whiskered Bulbul; M : Merbah Telinga Merah

CUCAK KUTILANG ( Pycnonotus aurigaster ) I : Sooty-headed Bulbul; M : Merbah Suti

Nama Pasaran :
Kutilang
Cangkurileung ( Sunda )
Gentilang ( Jawa )

CUCAK RUMBAI-TUNGGING ( Pycnonotus eutilotus ) I : Puff-backed Bulbul

CUCAK GUNUNG ( Pycnonotus bimaculatus ) I : Orange-spotted Bulbul

MERBAH GUNUNG ( Pycnonotus flavescens ) I : Flavescent Bulbul

MERBAH CERUKCUK ( Pycnonotus goiavier ) I : Yellow-vented Bulbul; M : Merbah Kapur

Nama Pasaran
Trucuk
Jog-jog ( Sunda )

Keterangan
Berukuran Sedang ( 20 Cm ), berwarna coklat dan putih dengan tunggir kuning khas, Mahkota coklat gelap, alis putih, kekang hitam. Tubuh bagian atas coklat. Tenggorokan, dada, dan perut putih dengan coretan coklat pucat pada sisi lambung. Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu merah jambu.

Suara
Sedang Berulang “jok…jok….jok”, beralun turun naik sembarang, berirama baku dan menyahut.

Penyebaran Global
Asia Tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, dan Lombok.

Penyebaran Lokal dan Status
Umum terdapat sampai ketinggian 1.500 m, di sumatera ( termasuk pulau-pulau bagian timur ), Kalimantan, Jawa dan Bali.

Kebiasaan
Membentuk kelompok, sering berbaur dengan burung cucak-cucakan yang lain. Berkumpul ramai-ramai di tempat bertengger. Menyukai habitat terbuka, tumbuhan sekunder, tepi jalan, kebun, dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk makan di atas tanah dibandingkan dengan cucak-cucakan yang lain.

MERBAH BELUKAR ( Pycnonotus plumosus ) I : Olive-winged Bulbul; M : Merbah Belukar

Nama Pasaran : Kapas Tembak

Keterangan
Berukuran sedang ( 20 Cm ), berwarna cokelat keabu-abuan, buram dengan mata merah dan sayap berwarna zaitun. Tubuh bagian atas kehijauan, dagu dan tenggorokan keputih-putihan, penutup telinga bercoretkan keputih-putihan. Tubuh bagian bawah rapi bercoretkan kuning tua, bawah ekor coklat kuning. Perbedaan dengan merbah corok-corok yaitu ukuran yang lebih besar, terlihat lebih kehijauan dan mata merah ( pada remaja coklat ), iris merah, paruh hitam, kaki coklat.

Suara
Berkicau penuh melodi, mengalun dan berkesan kicauan yang kalem, mirip suara merbah cerukcuk, tetapi suaranya seperti terpotong-potong dan lebih jelas dibagi-bagi dalam frase-nya.

Penyebaran global
Semenanjung Malaysia, Palawa dan Sunda Besar.

Penyebaran Lokal dan Status
Di Sumatera ( termasuk pulau-pulau disekitarnya ) dan Kalimantan, umum terdapat di hutan dataran rendah hingga ketinggian 300 m, Di Jawa terutama Jawa Barat dan Jawa Timur hingga ketinggian 800 m, juga terdapat di bawean. Di Bali tidak tercatat.

Kebiasaan
Sering mengunjungi pinggir hutan, perkebunan dan lahan dengan sedikit pepohonan. Umumnya hidup sendirian atau berpasangan, pada tajuk tengah dan atas.

MERBAH COROK-COROK ( Pycnonotus simplex ) I : Cream-vented Bulbul

MERBAH MATA-MERAH ( Pycnonotus brunneus ) I : Red-eyed Bulbul; M : Merbah Mata Merah

MERBAH KACAMATA ( Pycnonotus erythrophthalmos ) I : Spectacled Bulbul

EMPULOH RAGUM ( Alophoixus ochraceus ) I : Ochraceous Bulbul

EMPULOH JANGGUT ( Alophoixus bres ) I : Grey-cheeked Bulbul

EMPULOH IRANG ( Alophoixus phaeocephalus ) I : Yellow-bellied Bulbul; M : Merbah Perut-Kuning

BRINJI RAMBUT-TUNGGIR ( Tricholestes criniger ) I : Hairyi-backed Bulbul

BRINJI BERGARIS ( Ixos malaccansis ) I : Streaked Bulbul

Keterangan
Berukuran Sedang (22 cm), berwarna zaitun gelap, tanpa jambul dengan dada abu-abu, burik putih, dan perut serta tunggir putih, Berbeda dari brinjai gunung oleh tidak adanya jambul, tidak ada burik di mahkota dan tunggir putih tidak kuning. Iris coklat mata kemerahan, paruh gadung, kaki merah jambu.

Suara
Kicauan nyaring “kajii,ka-jii,kajiii,jiuuuui” berubah menjadi getaran merdu bernada rendah.

Penyebaran Global
Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Kalimantan.

Penyebaran Lokal dan status
Burung yang kadang-kadang ditemukan dihutan dataran rendah hingga ketinggian 900 m di Sumatera, dan sampai ketinggian 1.200 m di Kalimantan.

Kebiasaan
Hidup dalam kelompok kecil di tajuk hutan yang tinggi.

BRINJI GUNUNG ( Iole virescens ) I : Sunda Bulbul

BRINJI KELABU ( Hypsipetes flavala ) I : Ashy Bulbul

READ MORE - SUKU PYCNONOTIDEA ( CUCAK-CUCAKAN )

FOSIL KOLIBRI TERTUA DITEMUKAN

Sepasang fosil berusia 30 juta tahun yang ditemukan di Jerman bagian selatan, diyakini sebagai fosil burung kolibri atau hummingbird tertua. Menurut para ilmuwan, lokasi penemuan ini sangat istimewa karena hummingbird sekarang hanya ditemukan di Dunia Baru atau Benua Amerika. Dalam edisi terbaru majalah Science, Dr Gerald Mayr mengatakan fosil yang ditemukan itu memiliki banyak kemiripan dengan burung-burung kolibri modern. Burung yang sudah punah itu juga diduga mempengaruhi bentuk bunga-bunga yang sekarang ada di Asia dan Afrika.


"Fosil hummingbird primitif telah ditemukan di Dunia Lama sebelumnya, namun ini adalah sesuatu yang mengejutkan karena kita menemukan fosil burung yang amat mirip dengan hummingbird modern," kata Dr Mayr dari Museum Sejarah Natural Senkenberg, Frankfurt. Perlu diketahui, fosil-fosil hummingbird lain ditemukan di Amerika tengah, Eropa dan Asia. Tetapi mereka amat berbeda dengan burung kolibri modern. Sedangkan fosil dari Jerman ini memiliki paruh panjang untuk menghisap nektar, serta sayap untuk melayang statis di udara bahkan terbang mundur. Ciri-ciri sayap inilah yang dimiliki hummingbird modern. Hummingbird purba seperti Jungornis tesselatus tidak memilikinya. Karena keanehan dan keunikan ini, para ilmuwan sepakat menyebutnya Eurotrochilus inexpectatus --yang menunjukkan bahwa ia ditemukan secara kebetulan dan tidak terduga.

Persamaan sayap di atas kemudian menimbulkan perkiraan bahwa Eurotrochilus dan hummingbird modern berasal dari kelompok yang sama, sementara Jungornis berasal dari grup primitif lainnya. Sayap burung yang ditemukan dalam fosil serupa burung kolibri modern. Bisa terbang statis dan mundur. Mengenai penyebab punahnya jenis Eurotrochilus dan Jungornis ini, Dr Mayr mengaku tidak mengetahuinya. "Mungkin mereka dahulu memang mempunyai daerah sebaran yang luas, namun karena beberapa hal, burung-burung ini punah. Entahlah apa yang menjadi penyebabnya," kata Dr Mayr.
Sementara itu, Profesor Ethan Temeles dari Amherst College, Massachusetts, AS, menduga kepunahan itu disebabkan karena perubahan iklim. "Bila dilihat dari ukuran tubuhnya yang kecil, maka perubahan iklim akan sangat mempengaruhinya," ujarnya.


Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan penyebab kepunahan adalah persaingan antar hummingbird dan burung-burung penghisap madu lain yang lebih kuat. Hal lain yang menarik dari penemuan ini adalah munculnya dugaan bahwa burung-burung yang sudah punah itu bisa jadi ikut menentukan bentuk
bunga-bunga di Asia dan Afrika, melalui proses evolusi yang disebut co-evolution. Co-evolution adalah sebuah proses perubahan dimana kedua jenis hewan atau tanaman (misalnya antara hummingbird dengan bunga) sama-sama mengalami perubahan dalam rangka saling menyesuaikan diri.


Tanaman-tanaman bunga yang terpengaruh itu bisa jadi termasuk spesies Canarina eminii, Impatiens sakeriana dan Agapetes. Para ilmuwan sendiri sedang mencari bunga-bunga di Dunia Lama yang mungkin berevolusi bersama hummingbird. (BBC/Rtr/wsn)


Fosil burung yang ditemukan tidak di tempat yang diperkirakan.
READ MORE - FOSIL KOLIBRI TERTUA DITEMUKAN

Blackthroated (Serinus Atrogularis)atau bisa di Indonesia dikenal sebagai Blackthroat burung yang berasal dari Benua Afrika dan di Indonesia umumnya Blackthroat yang ada diperkenalkan dan dibawa oleh oleh Bangsa Belanda. Asal nama burung ini tidak lepas dari ciri fisik dimana pada bagian kerongkongannya terdapat warna hitam pekat yang terlihat seperti burung ini sedang memakai dasi di lehernya atau terdapat noktah hitam di lehernya.


Blackthroat merupakan burung kecil yang masuk dalam bangsa Passeriformes dan dikelompokan dalam subbangsa Passeres (bangsa burung penyanyi) sehingga wajarlah kalau burung ini mempunyai suara dan nyanyian yang sangat mempesona. Blackthroat masuk dalam famili Fringilidae (bangsa kenari) dalam kelompok Serinus.


Menurut jenisnya Blackthroat yang ada di indonesia terdiri atas dua macam, yaitu Blackthroat berwarna coklat dan Blackthroat berwarna putih keabu-abuan (putih kelabu). Burung Blackthroat yang berwarna coklat memiliki postur yang lebih besar, sementara yang berwarna putih kelabu lebih disenangi karena warnanya yang tampak lebih bersih dan indah dan proporsi tubuhnya yang tampak lebih serasi. Kedua jenis burung ini mempunyai suara yang sangat keras, nyaring dan suara ngeroll yang sangat mempesona, sangat sulit membedakan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing burung ini.


Ketertarikan manusia pada burung ini tidak terlepas dari keterampilannya menyanyikan lagu yang merdu dan keras, di alamnya di benua Afrika burung Blackthroat ini biasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi baik untuk mempersyaratkan daerah kekuasaannya maupun untuk memikat Blackthroat betina, suaranya dapat terdengar sampai ratusan meter. Tentunya karena kelebihan ini membuat manusia tertarik untuk mengoleksi burung ini. Kelebihan lainnya adalah karena sifatnya yang poligami atau dalam kata lain satu Blackthroat jantan dapat dikawinkan dengan lebih dari satu betina sehingga bagi para penangkar tentu sangat menguntungkan.
Burung ini juga terkenal mempunyai mental yang berani, terbukti dengan kemampuannya dapat kawin dengan burung kenari yang secara fisik mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Blackthroat juga dapat dikawinkan dengan Herda Sanger, Mozambik, bahkan gelatik.


Burung Blackthroat juga dapat menirukan suara burung lain (bersifat mimikri) Blackthroat merupakan master yang baik bagi burung lomba karena speed dan volume serta nada nyanyian indah yang dibawakannya.


Sebagai burung yang tidak termasuk dalam bangsa burung sosial karena mempunyai kebiasaan berpoligami, maka burung Blackthroat dapat dipelihara sendiri dirumah, namun sebaiknya dipelihara yang berkelamin jantan, karena Blackthroat jantan mempunyai variasi yang indah dan volume suara yang lebih keras sedangkan bagi Blackthroat betina suaranya cenderung lemah dan walaupun terkadang keras namun hanya bersifat monoton sehingga kurang indah didengar.
Satu lagi yang merupakan ciri khas dari burung ini adalah sifatnya yang over protektif terhadap anaknya (piyik). Jika dalam masa mengeram burung ini diganggu, maka jika dapat saja burung ini mematuki anaknya sampai mati.

Pemilihan Bakalan Blackthroat

Pilih yang Jantan

Burung Blackthroat merupakan burung yang kicauannya sangat indah, mengalun sangat merdu dengan irama tinggi dan rendah dengan kicauan yang panjang dan tidak terputus-putus. Namun Blackthroat betina biasanya hanya mencicit dan suara kerasnya cenderung monoton.

Sulit mungkin bagi awam mengetahui ciri kelamin jantan dan betina, namun secara fisik tedapat perbedaan untuk menentukan Blackthroat jantan dan betina sebagaimana terdapat pada bagan sebagai berikut :

(bagian 1)

Ciri Jantan Betina
1. Postur Tubuh Panjang Agak membulat
2. Pita di Leher Berwarna hitam pekat Samar
3. Kepala Besar, agak panjang Kecil dan membulat
dan berbentuk lonjong
4. Anus Menonjol keluar ada tonjolan Datar dan hanya terdapat
sebesar biji kacang hijau lubang untuk keluarnya kotoran
dengan bulu rawis
5. Paruh Tebal Tipis
6. Suara Nyaring, tidak terputus-putus Monoton, dan volume kecil
(ngerol) serta memiliki banyak
variasi
7 Leher Jenjang Pendek

Postur tubuh tegap
Blackthroat yang memiliki tubuh yang tegap dan besar serta lencir (panjang) biasanya memiliki mental yang baik dan suara yang panjang ini juga dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut tidak mengalami gangguan atau tidak terhambat pertumbuhannya. Dada yang tegap dan bidang menandakan bahwa Blackthroat tersebut bervolume suara nyaring dan keras. Blackthroat yang bersuara keras bukan saja indah didengar namum jika kita turunkan dalam satu pertandingan tentunya akan berani dalam memperdengarkan suaranya di lapangan dan dapat menjatuhkan mental lawannya.

Sorot Mata Tajam

Sorot mata tajam dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut bermental baik, dan sehat. Sebaiknya jangan dipilih Blackthroat yang bermata sayu karena dapat mencirikan bahwa mental Blackthroat tersebut lemah atau burung tersebut dalam keadaan kurang sehat.

Bulu Cerah
Bulu yang cerah bukan saja menambah keindahan dari burung tersebut namun dapat mencirikan bahwa burung tersebut merupakan burung yang baik dari perawatan maupun mentalnya.

Tidak cacat
Selain tidak sedang dipandang mata, burung yang cacat juga dapat mengurangi keberhasilan jika akan ditangkar. Yang biasa mengalami cacat pada burung finch adalah bagian kaki, bisa saja karena terjerat atau diganggu hama waktu kecil, maka bagian tersebut harus mendapatkan perhatian khusus ketika memilik Blackthroat yang kita inginkan.

Paruh
Pilih paruh Blackthroat yang panjang, tipis dan seimbang dimana bagian bawah dan atas paruh saat burung tersebut diam harus rapat, ciri tersebut menandakan burung tersebut mempunyai suara yang keras.

Awas Tertipu
Secara fisik, Blackthroat dan herda sanger mempunyai kemiripan. Adakalanya para pedagang yang tidak jujur menggunakan cara tidak terpuji dengan mencat bulu diatas bagian ekornya (bulu ekor) menjadi warna kuning yang merupakan ciri khas dan Blackthroat. Jika ini dikerjakan dengan rapi maka akan sangat sulit bagi awam untuk membedakan antara Blackthroat dengan Blackthroat jejadian.

Pemilihan Bakalan Blackthroat

Pilih yang Jantan

Burung Blackthroat merupakan burung yang kicauannya sangat indah, mengalun sangat merdu dengan irama tinggi dan rendah dengan kicauan yang panjang dan tidak terputus-putus. Namun Blackthroat betina biasanya hanya mencicit dan suara kerasnya cenderung monoton.

Sulit mungkin bagi awam mengetahui ciri kelamin jantan dan betina, namun secara fisik tedapat perbedaan untuk menentukan Blackthroat jantan dan betina sebagaimana terdapat pada bagan sebagai berikut :

(bagian 2)


Ciri Jantan Betina
1. Postur Tubuh Panjang Agak membulat
2. Pita di Leher Berwarna hitam pekat Samar
3. Kepala Besar, agak panjang Kecil dan membulat
dan berbentuk lonjong
4. Anus Menonjol keluar ada tonjolan Datar dan hanya terdapat
sebesar biji kacang hijau lubang untuk keluarnya kotoran
dengan bulu rawis
5. Paruh Tebal Tipis
6. Suara Nyaring, tidak terputus-putus Monoton, dan volume kecil
(ngerol) serta memiliki banyak
variasi
7 Leher Jenjang Pendek


Sexing Anakan
Untuk anakan BT kurang dari 2 bulan, ciri kelamin sama dengan BT dewasa.. pada jantan terdapat tonjolan sebesar biji kacang hijau di anus dengan bulu rawis sementara untuk betina hanya datar dan ada seperti titik untuk keluarnya kotoran namun tidak menonjol namun melebar...pada masa ini baik bt jantan maupun betina akan ngeriwik....... sementara untuk usia BT diatas 2 bulan sampai 4 bulan akan sulit untuk membedakannya karena pada masa itu BT mengalami pertumbuhan dan perubahan dari fisik, sehingga sulit untuk membedakannya... perbedaan alat kelaminnya akan hilang dan akan menjadi rata sama dengan kelamin betina sampai pada masa kematangan kelaminnya sekitar umur 5-7 bulan.... maka untuk membedakan BT umur 2-4 bulan hanya dengan cara mendengarkan suaranya... bagi jantan akan semakin rajin ngeriwik dan volumenya semakin kencang... sementara bagi betina hanya akan mencuit-cuit.. dan sesekali ngeriwik dengan alunan yang tidak panjang...



Postur tubuh tegap
Blackthroat yang memiliki tubuh yang tegap dan besar serta lencir (panjang) biasanya memiliki mental yang baik dan suara yang panjang ini juga dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut tidak mengalami gangguan atau tidak terhambat pertumbuhannya. Dada yang tegap dan bidang menandakan bahwa Blackthroat tersebut bervolume suara nyaring dan keras. Blackthroat yang bersuara keras bukan saja indah didengar namum jika kita turunkan dalam satu pertandingan tentunya akan berani dalam memperdengarkan suaranya di lapangan dan dapat menjatuhkan mental lawannya.

Sorot Mata Tajam

Sorot mata tajam dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut bermental baik, dan sehat. Sebaiknya jangan dipilih Blackthroat yang bermata sayu karena dapat mencirikan bahwa mental Blackthroat tersebut lemah atau burung tersebut dalam keadaan kurang sehat.

Bulu Cerah
Bulu yang cerah bukan saja menambah keindahan dari burung tersebut namun dapat mencirikan bahwa burung tersebut merupakan burung yang baik dari perawatan maupun mentalnya.

Tidak cacat
Selain tidak sedang dipandang mata, burung yang cacat juga dapat mengurangi keberhasilan jika akan ditangkar. Yang biasa mengalami cacat pada burung finch adalah bagian kaki, bisa saja karena terjerat atau diganggu hama waktu kecil, maka bagian tersebut harus mendapatkan perhatian khusus ketika memilik Blackthroat yang kita inginkan.

Paruh
Pilih paruh Blackthroat yang panjang, tipis dan seimbang dimana bagian bawah dan atas paruh saat burung tersebut diam harus rapat, ciri tersebut menandakan burung tersebut mempunyai suara yang keras.

Awas Tertipu
Secara fisik, Blackthroat dan herda sanger mempunyai kemiripan. Adakalanya para pedagang yang tidak jujur menggunakan cara tidak terpuji dengan mencat bulu diatas bagian ekornya (bulu ekor) menjadi warna kuning yang merupakan ciri khas dan Blackthroat. Jika ini dikerjakan dengan rapi maka akan sangat sulit bagi awam untuk membedakan antara Blackthroat dengan Blackthroat jejadian.

Perawatan Blackthroat

Blackthroat yang sehat dan terawat tentunya akan mempersembahkan kicauan yang indah bagi kita yang merawatnya. Penampilan yang sehat, dengan kicauan merdu dan variatif tentu menambah rasa sayang dan kebanggan kita terhadap klangenan kita. Perlakukan yang salah, pola makan yang tidak tepat dan kondisi tempat yang tidak layak bagi burung ini tentunya berakibat pada turunnya performa burung. Blackthroat yang awalnya kita beli memperdengarkan kicauan yang merdu dan keras dengan pola perawatan yang salah tentunya lambat laun akan membuat Blackthroat menjadi lemas dan malas, sehingga tidak mau lagi memperdengarkan bunyinya. Kicauan bagi burung bukan saja menjadi tanda terima kasih bagi burung bagi pemiliknya, namun secara naluriah merupakan cara burung tersebut untuk menandakan kehadirannya, baik untuk menarik pasangannya maupun tanda keberadaan akan daerah kekuasaannya.

A. Makanan
Biji-bijian
Makanan untuk burung Blackthroat adalah biji-bijian, buah-buahan dan sayuran/dedaunan dan beberapa makanan tambahan (extra fooding).
Makanan biji-bijian selain memiliki gizi dan kalori yang mencukupi untuk burung jenis finch juga mengandung karbohidrat untuk tenaga juga cukup mengandung lemak nabati.
Jenis biji-bijian yang diberikan antara lain :
1. Jewawut (40%)
2. Milet (10-5%)
3. Cannary Sheed (35%)
4. biji Sawi (10-5%)
5. Niger (2%)
6. dan biji lobak (3%)

Daun-sayuran/buah-buahan
Sayuran yang diberikan baiknya adalah sayuran dengan serat yang tidak terlalu banyak (seperti daun singkong) karena akan memudahkan bagi pencernaan burung, contoh sayuran yang dapat diberikan untuk Blackthroat adalah :
1. Sawi Putih
2. Selada Air
3. oyong
4. apel
5. Slada

Protein Hewani
Protein dibutuhkan untuk kesehatan dan kebugaran serta bagi Blackthroat dalam masa pertumbuhan maka protein hewani mutlak dibutuhkan untuk kelancaran masa perkembangan burung tersebut, protein hewani yang dapat diberikan adalah :
1. Kroto
2. Telur Puyuh
3. Telur Ayam (Kuningnya)

Vitamin tambahan
Seperti pada manusia, kebutuhan vitamin terkadang tidak dapat terpenuhi kesemuanya hanya dari makanan, namun dengan memakai suplemen vitamin.
Banyak vitamin yang dijual bebas yang dapat digunakan untuk kesehatan dan kebugaran bahkan untuk mencegah Blackthroat stress karena perlakuan dan perubahaan yang extreem.


B. Sangkar
Sangkar yang baik bagi Blackthroat minimal mempunyai ukuran P:30x L: 30x T:50 cm, selain mudah dalam menempatkan pakan Blackthroat yang cukup beraneka ragam, juga memungkinkan Blackthroat untuk leluasa bergerak.
Pada kasus burung sedang dalam kondisi mabung mencegah terjadinya kegemukan.
Kebersihan sangkar juga harus diperhatikan. Minimal dalam 2 hari sangkar dibersihkan dari kotoran (tinja) dan bekas makanannya. Kebersihan sangkar juga menghindari burung dari terjangkit penyakit.
Kelengkapan standar bagi sangkar adalah : tenggeran dengan kondisi saat burung bertengger maka antara kuku kaki depan dan belakang tidak saling bertemu (terkena), tempat makan dan minum bisa terbuat dari mika atau porselein, tempat kroto dan jepitan untuk menggantungkan sayuran atau buah-buahan.

C. Pemandian dan Penjemuran
Pemandian dan Penjemuran bagi Blackthroat merupakan sarat mutlak, walaupun dengan intensitas yang tidak terlalu lama, Penjemuran selain merupakan sumber vitamin D, penjemuran dan pemandian yang rutin juga dapat mematikan kutu yang terdapat pada burung dan kandang burung juga membunuh bibit penyakit yang ada dalam sangkar. Penjemuran yang baik dilakukan pada rentang waktu pukul 07 sampai 10 pagi dengan waktu berkisar 1- 2 jam tergantung dari burung itu sendiri, jika burung telah tampak gelisah dan membuka mulutnya maka penjemuran dapat disudahi.

READ MORE - BLACKTHROAT SI BURUNG PENYANYI CILIK BERNOKTAH HITAM DI LEHER

BURUNG PARUH BENGKOK

Di Indonesia terdapat kurang lebih 85 jenis burung paruh bengkok. Dan yang ke dua tidak semua burung paruh bengkok memakan biji-bijian dan sayur-sayuran karena ada pula burung paruh bengkok yang memakan daging dan serangga.

Untuk yang memakan biji-bijian dan sayur-sayuran masih dapat kita temui yaitu:
1. Kakak tua, 2.macau, 3.cockatiel, 4.parot, 5.lovebird, 6.parkit, 7. Nuri, 8. betet dan masih banyak jenis lagi yang belum ketahui.

Untuk burung paruh bengkok yang memakan daging dan serangga sudah jarang kita temui yaitu :


1. Burung hantu dan yang ke 2. Elang.

Dan dari setiap burung disebutkan di atas masih memiliki banyak jenis. Misalnya untuk burung kakak tua; ada kakak tua jambul kuning, ada kakak tua raja, ada kakak tua seram, ada kakak tua putih dan masih banyak lagi. Dan juga dengan jenis burung yang dibutkan di atas.

Untuk jenis kakak tua umurnya bisa sampai 60 tahun dan untuk burung ini memiliki tingkat kecerdasan tertentu yang bisa membuat dia dapat dilatih namun harus menggunakan alat bantu atau alat peraga dan untuk burung kakak tua bisa dilatih juga untuk berbicara.

Burung Elang itu masuk pada bangsa (ordo) Falconiformes atau (bangsa burung pemangsa) dan dibagi menjadi 4 famili, yaitu :

1. Elang Dunia Baru terdiri dari 6 species (burung kondor, elang kalkun dan elang bangkai raja)
2. Elang Ikan Berbagai jenis Alap-alap, Rajawali dan terdiri lebih kurang 206 species
3. Burung Sekretaris dari famili Sagitaridae
4. Falconnidae suatu famili dengan jumlah kurang lebih 60, termasuk alap-alap dan falcon.


Burung Hantu termasuk bangsa (ordo) Strigiformes yang terbagi menjadi 2 famili yaitu Tytonidae dan Strigidae dan dari banyak spesiesnya yang tersebar di belahan dunia, di Indonesia terdapat 12 spesiesnya.

Burung Bangsa Nuri masuk pada Psittaciformes mencakup 320 species termasuk didalamnya nuri, kakatua, betet dll, kalau kenari masuk pada bangsa Passeriformes dan famili Fringgilidae.

Untuk setiap burung paruh bengkok seperti kakak tua, macau, nuri, betet, parrot, cockatiel, parkit dan khususnya burung yang saat ini sedang banyak digemari atau di gandrungi seperti lovebird biasanya sangat mudah untuk dipelihara. Karena untuk jenis burung tersebut biasanya hanya memakan biji-bijian, sayur-sayuran dan bahkan ada yang memakan buah.

Jenis burung paruh bengkok biasanya hidup sendiri seperti elang dan burung hantu namun ada pula yang hidup dalam kelompok kecil seperti kakak tua, macau, nuri dll. Semua burung paruh bengkok rata-rata merupakan burung yang sangat dilindungi kelestariannya di alam karena banyak dari jenis burung tersebut yang terancam punah akibat penangkapan besar-besaran untuk dijual kembali sebagai burung hias atau burung pendamping. Burung paruh bengkok tersebar di seluruh kepulauan di Indonesia termasuk di pulau Jawa, Bali, Papua, Kalimantan dan Sumatra.

Burung ini memiliki kulit yang sangat sensitive bila terkena air akan mudah tumbuh jamur sehingga banyak orang yang memelihara burung ini memiliki masalah tentang kerontokan bulu. Biasanya bulu tersebut tidak rontok begitu saja tetapi burung yang akan mencabuti bulunya karena merasa gatal-gatal.

Cara yang banyak digunakan oleh pemelihara burung hias ini biasanya dengan cara menyemprotkan cairan pembunuh jamur pada kulit dan bulu burung yang rontok tersebut hingga merata lalu di jemur di terik sinar matahari pagi hingga kulitnya kering (tidak lembab) karena jika lembab akan tumbuh jamur kembali. Insya allah burung akan sembuh kembali. Untuk pencegahan sebaiknya setelah memandikan burung dijemur sampai benar-benar kering.
READ MORE - BURUNG PARUH BENGKOK

FUNGSI KERODONG

Bagi penghobiest, pengerodongan burung, khususnya burung untuk lomba atau sekedar untuk klangenan dilakukan dengan berhati-hati dalam pengerodongan.

Krodong tidak saya berfungsi sebagai pemanis sangkar, namun juga mempunyai banyak manfaat bagi burung peliharaan kita, baik untuk kondisi di rumah maupun untuk lomba.

Fungsi dan Manfaat Kerodong bagi burung antara lain :
1. Mencegah gigitan nyamuk, dan Masuknya Seranga. Untuk jenis burung Finch seperti Kenari,BT,Sanger dll. Gigitan nyamuk dapat menyebabkan radang pembengkakan bahkan kematian. Sedangkan untuk burung Pentet, Kacer dan MB yang di alam memakan serangga, maka penggunaan kerodong dapat menghindarkan burung memakan serangga berbahaya.


2. Memberi kenyamanan pada burung dimalam hari agar dapat beristirahat/tidur dgn tenang.
3. Melindungi burung dari hembusan angin yg agak kencang.
4. Utk kenyamanan dalam perjalanan ketika burung tsb kita bawa ketempat lain.
5. Utk memberi kehangatan & kenyamanan waktu burung tsb ngurak/mabung( juga supaya bulu2 yg rontok gak berterbangan bertebaran).
6. Utk mencegah burung berhadapan langsung terus menerus dgn burung sejenis lainnya( dikhawatirkan jika burung berhadapan terus menerus nantinya burung tsb akan gembos atau salah satu akan kalah mental).
7. Memperindah Kandang, jika krodong yang digunakan bercorak dan berbahan Indah tentunya akan menambah keindahan sangkar yang di gantungkan di dalam rumah.
Hal Penting dalam Pemilihan Kerodong adalah :
1. Pilih kerodong yang pas buat kandang burung, yang bahannya tidak berkibar (berumbai) untuk mencegah tersangkutnya rumbai tersebut tersangkut di tempat pakan atau minuman, juga mencegah rumbai tersebut menyangkut di pintu kandang yang memungkinkan burung lepas.
Pemilihan krodong dapat dengan memperhatikan beberapa kondisi, seperti :
1. Cuaca, jika musim panas gunakan krodong dengan bahan yang tipis dan untuk musim hujan pilih yang berbahan tebal.
2. Untuk Burung Muda Hutan atau burung yang giras, dapat digunakan kerodong berwarna gelap dan berangsur di gunakan krodong transparan agar burung lebih jinak. krodong yg agak tembus cahaya (transparan) membiasakan agar burung bisa dikerodong tapi namun tidak grabak-grubuk.
Untuk sementara jangan langsung dikerodong di tempat yg gelap, secara bertahap setelah sudah terbiasa dan tidak grabak-grubuk lagi, baru lah kita biasakan di tempat yg agak gelap.


Bahan Dasar Krodong.


Bahan kerodong kita lihat dari bahan dasarnya :

1. rayon
kain rayon ini dibuat dari bubur kertas ato pulp dan chemical pendukung, kain ini mempunyai ciri lentur(bisa mulur/mengkeret) cirinya :
*) bahan ini menyerap air, jika dipakai akan berefek dingin, akan tetapi bahan ini mudah mengkerut dan mulur, sehingga bisa-bisa kerodong yang semula pas di kandang, seteleh dicuci berapa kali bisa seret/longgar.
*) Berefek dingin dan mudah menyerap suhu udara luar (hampir sama dengan kain katun), akan tetapi daya serap kain terhadap warna kurang bagus, sehingga jika kita membeli kain ini dengan motif tertentu, biasanya lebih mudah mbladus (jawa)/ lusuh.

2. Katun
dari asal kata cotton (kapas), kain ini dibuat dari serat tanaman kapas. kain yang menggunakan bahan dasar ini biasanya berefek dingin jika digunakan, dan ketebalannya pun bermacam-macam berdasar konstruksi kain dan ketebalan benang, ini juga yang menentukan rapat/renggangnya kain. ciri kain ini :
*) Daya serap terhadap air tinggi, sehingga jika digunakan berefek dingin pada kandang sangkar.
*) Kain ini mempunyai kemampuan yang lebih bagus untuk menyesuaikan suhu di dalam dan luar kain, kita bisa merasakan suhu yang dirasakan burung (minimal mendekati), suhu panas luar akan mudah masuk dan begitu pula sebaliknya jika suhu turun maka suhu dalam akan segera turun mengikuti.
*) Rentan terhadap jamur, jadi kerodong yang berbahan ini, jika tempat kita cenderung lembab perlu perhatian terhadap perawatannya (rutincucijemur).

3.Polyester/tetoron
kain polyester ini dibuat dari Purified Terephthalic Acid (PTA) yang dibuat menjadi Polyester Filament yang dikristalkan (biji plastik/plastic chip), dibentuk filament dan diplintir menjadi benang polyester, maka dari itu ciri bahan polyster ini :
*) Cenderung panas karena suhu yang diserap tidak langsung dilepaskan ketika suhu luar turun.
*) Lebih kedap air,ringan dan cepat kering, kalo kehujanan nampaknya luar basah tapi tidak banyak air yang masuk (ini juga tergantung kerapatan kainnya).
*)Strukturnya relatif padat sehingga mudah menahan angin, (aman digunakan untuk membawa burung dengan menggunakan motor).
*) Untuk kualitas tertentu (kurang bagus) karena bahan dasarnya serat plastik makan jika mendapat panas cukup banyak akan mengeluarkan bau (ini perlu perhatian karena bisa mempengaruhi momongan kita).


Kalo kita ragu bahan kerodong kita terbuat dari bahan apa, salah satu cara termudah ialah dengan test Bakar Bulu , Yaitu dg cara ambil satu helai benang dari ujung kain lalu kita bakar dg korek api.
-Benang dari jenis Cotton dan Viscose kalau dibakar nyala apinya akan lambat, dan sisa pembakarannya berupa abu, seperti kita bakar kertas.
-Benang dari jenis Polyester kalau kita bakar nyala apinya akan cepat dan sisa pembakarannya seperti plastik.
-Benang dari jenis TC dan TR kalau kita bakar sisa pembakarannya seperti arang/plastik tapi kalau kita remas akan jadi bubuk dan ada sedikit diujungnya sisa pembakarannya seperti abu kertas.
Ini adalah cara terpraktis yg bisa kita gunakan dg derajat ketepatan bisa sampai 95%.
-kain jenis rayon jika kita remas kurang bisa kembali halus (cepat lungset). 2
Disamping itu ada beberapa jenis kain lain seperti, linen, viscose, woll, sutra, akan tetapi ini jarang ditemukan digunakan untuk kerodong.
READ MORE - FUNGSI KERODONG