Tampilkan postingan dengan label Burung Branjangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Branjangan. Tampilkan semua postingan

SERI BRANJANGAN (5) BEREBUT DENGAN SEMUT

Menangkar branjangan harus selalu dikontrol dan dibutuhkan ketelatenan perawatnya. Karena jika ada hewan pengganggu yang masuk, misalnya cecak, tikus, semut, atau ular; akibatnya bisa berbahaya.

Jika branjangan sedang mengerami telur, perawat harus sudah memperkirakan kapan kemungkinan akan menetas. Biasanya telur yang dierami menetas antara 10-11 hari. Pada saat menetas, harus cepat-cepat diamankan dari gangguan hewan lain. Yakni selalu dikontrol dan kandang dibersihkan dari hewan-hewan kecil. Sebab jika tidak cepat, akan didahului dan dimakan semut.

Branjangan bertelur antara 3 hingga 4 butir. Tetapi terkadang ada yang tidak jadi atau pecah. Saat menetas atau ketika indukannya meloloh piyik, porsi makanan harus diperbanyak. Karena piyikan butuh energi yang banyak agar dapat bertahan hidup. Jika piyik sudah berumur beberapa hari, perawat bisa lebih sering keluar masuk kandang untuk mengontrol perkembangan piyik. Selama proses tersebut, branjangan jantan terlihat lebih aktif mencari makanan, sedangkan betina lebih banyak menunggu di sarang.



Pemisahan Piyik

Pemisahan bisa dilakukan jika piyik sudah berusia antara 8-15 hari. Namun apabila kondisinya masih perlu diloloh induknya, sebaiknya jangan dulu dipisah. Terlalu cepat memisahkan piyik dari induknya ada segi positif dan negatifnya. Namun sebenarnya tidak terlalu masalah jika perawat selalu memperhatikan perkembangan piyik. Sisi positifnya piyik lebih mudah dikontrol perawatnya khususnya dari gangguan hewan lain atau bahkan induknya sendiri. Selain itu, jika dipisahkan lebih dini piyik akan jinak pada perawatnya.

Dampak negatifnya jika terlambat memisahkan, piyik sulit dijinakkan dan bersifat liar karena sudah dewasa ketika berada di kandang. Selain itu resiko gangguan binatang lain lebih besar. Tetapi seandainya diloloh sendiri, apabila si perawat terlalu kasar atau tidak memahami keinginan piyik, bisa berakibat kematian.

Untuk meloloh piyik makanan harus dilembutkan terlebih dahulu. Begitu pula pemberian jangkrik atau walang dipilih yang masih clondo dan harus dipotong-potong. Piyek yang sudah berumur di atas 20 hari, resiko kematiannya sangat kecil asalkan tidak terlambat memberi makanan. Jika belum tumbuh bulu sayap, saat tidur harus diberi alas kain untuk penghangat.
READ MORE - SERI BRANJANGAN (5) BEREBUT DENGAN SEMUT

Menangkar branjangan tidak dibutuhkan perlengkapan dan sarana yang ’njelimet’. Hanya saja lokasi yang sunyi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangbiakan buatan manusia. Kandang untuk tempat penangkaran, sebagaimana lazimnya untuk dinding terbuat adri jeruji kawat yang agak rapat (kecil). Ini agar hewan-hewan pengganggu seperti cecak dan tikus tidak leluasa masuk. Sedangkan untuk atapnya bisa juga jeruji kawat atau dari seng. Karena branjangan tahan terhadap suhu udara panas, sebaiknya atapnya setengah terbuka sehingga sinar matahari bisa menembus ke dalam kandang.

Di dalam kandang dibuatkan kolam berdiameter sekitar 1 meter. Untuk memudahkan pengisian air, diperlukan selang yang terhubung dengan mesin pompa air. Sediakan pula rumput serta pepohonan (tidak perlu terlalu rindang) agar tercipta suasana seperti di alam aslinya.

Bahan-bahan untuk sarang paling baik adalah alang-alang kering atau jerami. Biarkan jerami bertebaran di tanah, karena jika sudah berjodoh, proses pembuatan sarang akan diatur sendiri oleh branjangan tersebut.

Branjangan tergolong burung yang suka bertengger di batu. Karena itu perlu disiapkan batu atau tatanan yang bahannya dari semen. Kebiasaan lainnya, branjangan suka sekali bermain dengan pasir, sehingga perlu ditebar pasir disekitar kolam.

Selain itu untuk tempat bersarang sediakan kotak dari tanah, yang tingginya sekitar setengah meter. Tetapi terkadang branjangan tidak suka membuat sarang di kotak buatan, burung ini lebih suka membuat sarang di sembarang tempat asalkan terlindung dari gangguan hewan atau manusia. Misalnya, di pojok bawah, di dekat batu, dan lain-lain.

Untuk tempat pemberian makanan, sebaiknya dekat batu-batuan atau mudah dijangkau oleh perawatnya jika akan memberi makanan. Tujuannya agar branjangan yang sedang dalam masa penjodohan atau saat mengerami telur tidak panik. Meskipun branjangan bisa dijinakkan, tetapi kalau perawatnya terlalu kasar atau kurang hati-hati saat memasuki kandang, bisa saja branjangan tersebut mengalami stress.

Makanan yang disiapkan adalah tanaman padi, biji-bijian milet, walang atau jangkrik dan kroto. Padi sebaiknya ditebar begitu saja sehingga branjangan bisa ’ngasin’.

Jika semua sarana itu tersedia, pasangan branjangan yang sudah birahi siap dilepas di kandang buatan berukuran sekitar 3 x 3 meter dengan tinggi 2,25 meter.

READ MORE - SERI BRANJANGAN (4) ATAP SETENGAH TERBUKA

Branjangan yang memiliki kelebihan berbunyi keras dengan kepala berjambul dan ngleper paling diminati penghobi. Apalagi jika suaranya bervariasi. Burung bermental labil ini bisa menirukan suara burung lain seperti prenjak, kenari, cendet, love bird, kacer, dan bahkan suara anak ayam.

Untuk mencari branjangan yang kualitasnya seperti itu atau siap untuk dilombakan memang sulit. Kalaupun ada pasti biaya yang dikeluarkan dari kocek kita juga besar. Tetapi lebih sulit lagi jika mencari indukan unggul untuk ternak. Sebab tidak semua branjangan yang birahi siap untuk ditangkarkan.

Pertama, untuk mencari indukan unggul, kita harus mengetahui terlebih dahulu jantan dan betinanya. Ciri-ciri jantan bisa dilihat dari warna tubuhnya coklat agak tajam dan bulunya tebal. Begitu pula warna paruhnya hitam mengkilat. Jika bertemu burung sejenis muncul jambul dikepalanya agak panjang dan lebih gagah.

Branjangan betina warna bulunya agak kusam. Betina juga memiliki jambul, sehingga jangan terkecoh. Bedanya, jambul betina lebih pendek. Volume suaranya sama-sama keras, namun suara betina terputus-putus dan kurang variasinya.

Setelah mengetahui jenis kelaminnya, proses selanjutnya memilih postur tubuh besar, sehat dan kuat. Hati-hati jangan memilih branjangan liar, karena sulit untuk ditangkarkan. Selain itu branjangan yang akan dijodohkan usianya minimal 1 tahun. Atau lebih mudahnya melihat sisik di kakinya. Jika kakinya kering dan bersisik berarti sudah berumur. Sebaliknya jika terlihat masih basah dan hitam mengkilat berarti masih muda. Pilihlah branjangan yang tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda. Sebab kalau usianya tua biasanya produktivitasnya kurang.

Branjangan yang memiliki sfat ’ngleper’ jika bersuara, belum tentu sebagai pertanda sedang birahi. Tanda-tanda birahi pada jantan, jika sendirian dia ngleper dan menggesek-gesekkan tubuhnya pada batu. Tidak jarang karena birahi yang berlebihan, branjangan jantan akan ngleper sambil mengitari batu.

Mencari indukan unggul di pasar burung memang sulit. Sebab biasanya burung yang ada di tempat-tempat seperti itu gampang stress dan liar. Paling baik jika mendapatkan indukan unggul dari penghobi rumahan, sebab hampir pasti perawatannya lebih baik.

READ MORE - SERI BRANJANGAN (3) MEMILIH INDUKAN UNGGUL

Barangkali saja karena populasinya yang cukup banyak dan kemunculannya bergantung pada musim, branjangan yang memiliki suara dasar ’tit..tit..tit...ciiir...ciir..ciir’ ini gampang sekali dijodohkan. Tidak seperti burung kicauan lainnya, burung berwarna coklat kekuning-kuningan ini dalam proses penjodohannya tidak harus terlebih dahulu lewat pengenalan dari pejantan dan betina.

Branjangan yang sudah dewasa atau berumur minimal setahun, sudah bisa langsung dipertemukan jika sama-sama birahi.

Tidak ada perbedaan ciri-ciri birahinya. Jantan dan betina sama-sama ’ngleper’ jika sedang birahi. Dan jika telah sama-sama birahi, jika dilepas di kandang, si jantan dan betina tidak akan berkelahi. Setelah dilepas dalam satu kandang, si jantan akan bereaksi terlebih dahulu dengan menunjukan kegagahannya yang ditandai sayap ngleper dan dikepalanya muncul jambul.

Branjangan betina di kepalanya juga terdapat jambul, namun sedikit. Tetapi volume suaranya sama-sama keras. Hanya saja, suara betina agak terputus-putus dan variasinya kurang. Kebiasaannya yang sering ngleper ketika birahi lebih sering lagi. Sedangkan betina jika belum muncul sifat-sifat birahinya sedikit ketakutan. Jika sudah demikian, jantannya makin birahi dan mengejar betina.Terkadang saat betina terbang naik turun selalu dilkuti sang jantan.

Proses perjodohan branjangan biasanya terjadi siang hari. Branjangan jantan suka sekali ngleper di atas batu, sedang betina di bawahnya. Tanda-tanda penjodohan yang paling nampak adalah ketika branjangan jantan sering membawa alang-alang kering untuk membuat sarang. Keistimewaan branjangan ketika membuat sarang tidak selalu memilih tempat yang disediakan oleh perawatnya. Masa penjodohan hingga bertelur tidak pasti. Waktu yang diperlukan dari masa penjodohan hingga bertelur bervariasi dari 3 – 15 hari, bergantung pada situasi lingkungan di sekitar penangkaran dan asupan gizi pakan.

READ MORE - SERI BRANJANGAN (2) BRANJANGAN GAMPANG DIJODOHKAN

Branjangan memiliki populasi yang mudah sekali berkembang di habitatnya. tetapi untuk menangkarnya gampang-gampang sulit. Burung branjangan di kalangan kicau mania masih tetap memiliki daya tarik tersendiri. Selain memiliki keistimewaan suara yang bisa menirukan berbagai jenis burung (bervariasi) dan mudah didapatkan, juga memiliki daya tarik gayanya yang suka ’ngeleper’ jika dipertemukan dengan burung sejenis lainnya di arena lomba. Populasi branjangan saat ini termasuk masih cukup banyak. Ini karena branjangan mudah sekali berkembang biak sekalipun di tempat yang tandus dan tidak memiliki pepohonan yang rindang.

Burung ini termasuk burung tanah, yang dalam istilah asingnya ’bushlark’ yang artinya burung semak kecil yang periang. Makanan utamanya biji-bijian, padi, serangga, dan pucuk tanaman muda. Jika sudah musim berkembang biak tiba, pada bulan Maret hingga September, dan masa puncak dari mulai Maret sampai Agustus, branjangan cepat sekali melakukan perkawinan dan bertelur hampir tiap bulan.

Di habitatnya branjangan menyukai tempat-tempat yang kering di kawasan tanah gersang atau setengah kering, rumput, stepa, kawasan berbatu karang dan gunung pasir. Biasanya di Jawa jika musim tebang tebu dan musim petik kedelai, branjangan selalu muncul dan membuat sarang di tempat-tempat kering dan bebatuan. Kicauannya yang nyaring dan kadang dengan gayanya yang ngelepr menjadi hiburan tersendiri bagi petani tebu.

Burung petengger (passerin) di atas batu ini, berasal dari benua Asia dan Afrika. Di Indonesia branjangan mudah berkembang di daerah Jawa, Irian Jaya, Kalimantan Selatan dan Bali. Salah satu jenis branjangan yang biasa dikenal di kalangan mania burung di Indonesia adalah Mirafra Javanica.

Meskipun populasi branjangan tak pernah surut di habitat aslinya, namun untuk melakukan pengembakbiakan di alam buatan (tempat penangkaran) gampang-gampang sulit. Sebab branjangan gampang stress dan tidak mau berkembang biak jika kandanganya atau tempat sarangnya dijamah manusia. Apalagi jika saat mengerami telur, jangan sekali-kali orang asing memasuki kandangnya, bisa-bisa induk branjangan memecahkan telurnya.
READ MORE - SERI BRANJANGAN (1) KIAT MENANGKAR BRANJANGAN

BRANJANGAN (I)

Burung Branjangan (Mirafra Javanica) adalah burung dari bangsa Passeriformes dari famili Alaudidae yang terkenal dapat bernyanyi dengan indahnya. Kepiawaiannya dalam meniru suara burung lain serta gaya bertarungnya dengan cara mengepakan sayap (ngeper) semakin menambah kesukaan orang untuk memelihara burung ini. Di alam bebas, Branjangan sering bernyanyi di atas kabel telpon atau batu atau pucuk pohon yang tinggi dan sesekali akan berkicau dengan pola seperti helikopter (hovering) untuk menunjukan daerah kekuasaan atau untuk menarik betinanya. Branjangan merupakan burung persawahan/ladang yang suka hidup di area terbuka berumput atau semak-semak yang tidak terlalu rimbun.

Dahulu tidak banyak orang yang tahu bahwa burung kecil dengan bulu kusam ini mempunyai suara yang indah dan pandai meniru suara burung lain, kecerdasannya dalam memaster suara burung lain akan membuat suara kicauannya menjadi beragam, suara burung Prenjak, Ciblek, dan burung Gereja akan mudah diadopsi oleh Branjangan.

Perawatan Branjangan yang relatif mudah membuat burung ini semakin diburu. Beberapa pelomba burung bahkan menjadikan burung ini menjadi burung “wajib” untuk master burung lombanya. Karakter suara Branjangan yang miji-miji akan memudahkan burung maskot mengadopsi suara Branjangan. Branjangan yang sudah dapat memaster burung prenjak, ciblek, gereja tarung, cucak jenggot, love bird dan burung lain dan bermental baik akan memiliki harga yang lumayan fantastis. Dengan hanya memiliki satu ekor burung, maka cukup untuk memiliki bermacam suara burung lain.

Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memelihara burung ini maka semakin banyak yang memburu Branjangan sehingga keberadaannya makin jarang terlihat. Pada era sebelum tahun 90-an masih banyak di pasar burung kita jumpai Branjangan dengan ciri-ciri yang saat ini disukai, seperti tubuh yang besar, berjambul dan bahkan kita akan dengan mudah mendapatkan piyikan dengan harga yang relatif terjangkau.

Seiring dengan minat penggemar burung kicauan yang berlomba memiliki burung ini, namun tidak diiringi dengan konservasi maka keberadaan burung ini semakin sulit didapat. Saat ini Branjangan yang kita temui di pasaran sedikit sekali yang berasal dari tanah Jawa, yang terkenal dengan burung branjangannya yang baik. Namun saat ini branjangan yang ada di pasar banyak berasal dari daerah Nusa Tenggara maupun Sumatera.

Menilik dari asal burung, bukan berarti burung yang berasal dari luar Jawa tidak baik, hanya saja burung yang berasal dari Jawa (khususnya Jawa Tengah daerah Wates, Petanahan dan Kali Ori) memang mempunyai ciri-ciri yang disukai oleh hobiest Branjangan. Mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.

Di Pulau Jawa sendiri, Branjangan dibagi dalam beberapa daerah penyebaran, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Untuk wilayah Jawa Barat maka yang menjadi maskot bagi penggila Branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan.

Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. (jambul patent).

Branjangan Sapan/ Jawa Barat

(Sumber : Koleksi Pribadi)

Burung jenis Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan Branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan Branjangan yang berasal dari daerah NTB dan sumbawa.

Branjangan Jawa Tengah/Jawa Timur

(Sumber : Koleksi Pribadi)

Branjangan Sri Kayangan/Jawa Tengah
Branjangan memiliki ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik

Branjangan Nusa Tenggara dan Sumbawa
Branjangan dari daerah NTB saat ini relatif yang sering kita jumpai di pasar atau kios burung. Branjangan ini mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm. Beberapa hobbies mengatakan bahwa burung dari daerah NTB memiliki variasi suara yang variatif dan jika sudah jadi akan sangat rajin berkicau, namun dari sisi mental biasanya kurang baik. Di perlombaan sendiri jarang ditemukan burung dari daerah ini yang di pertandingkan. Ini disebabkan juga karena bentuk tubuh yang relatif kecil dan suara yang kurang memadai untuk “menutup” suara burung dari daerah lain.
READ MORE - BRANJANGAN (I)

Ciri-Ciri Branjangan Jantan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA3t2oppZHHJbBwrECTMinWhvM5ENohVILrSOm3LkD2nblzcQTw7zXVD90yGpHmS4lTjwbHlYKAhZ3sJ2Ytg9f7rMpZw5n_O6GOu8pGGj2qz38oroY2P3kmoYgImvADBrMcVmBb3V260I/s400/galerida_crist.jpg

Apabila anda adalah salah satu penggemar branjangan atau calon penggemar burung yang bernama latin Mirafra Javanica ini, mungkin ada baiknya untuk mengetahui karakteristik atau ciri-ciri branjangan jantan terlebih dahulu. Ini cukup penting karena bagaimanapun juga, hanya branjangan jantan lah yang memiliki kicauan merdu dan kristal. Dan menurut beberapa sumber yang telah terkumpul, ternyata ciri-ciri branjangan jantan tidak terlalu sulit untuk di amati. Apa saja itu? Simak saja catatan singkat cara membedakan branjangan jantan dan betina di bawah ini.

1. Ciri-ciri branjangan jantan
- Bulu di kedua pipi membuka keluar
- Ada bulu halus di dada kalau ditiup

2. Ciri-ciri branjangan betina
- Bulu di kedua pipi cenderung rata dan tidak membuka keluar layaknya branjangan jantan
- Dada branjangan betina mulus tanpa ada tambahan bulu halus

Mungkin ciri-ciri branjangan jantan dan betina diatas masih kurang lengkap. Meski demikian, tidak ada salahnya dicoba ketika kita pergi ke pasar burung atau ke pengepul.

Jikalau kawan-kawan memiliki tips atau cara membedakan branjangan jantan dan betina, mohon jangan sungkan untuk berbagi disini. Semakin banyak ciri-ciri branjangan jantan yang kita ketahui, akan semakin bagus bagi para penghobi agar tidak tertipu ketika ingin membeli.

READ MORE - Ciri-Ciri Branjangan Jantan