Tampilkan postingan dengan label Burung Kacer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Kacer. Tampilkan semua postingan

Tips Memilih Kacer Bakalan Yang Bagus Dan Cara Perawatannya

Tips Memilih Kacer Bakalan Yang Bagus Dan Cara Perawatannya

Memilih Bakalan Yang Bagus
Tekun Dan Sabar Dalam Merawat Dan Melatih
Adalah Kunci Sukses Mencetak Kacer Yang Berprestasi

1. Memilih Bakalan Kacer Dan Membedakan Jenis Kelaminnya

Untuk mendapatkan bakalan yang berkelamin jantan, ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan. Pertama, pilihlah yang matanya besar dan menonjol. Kedua adalah dengan mengamati cara berdiri, pilih yang berdiri tegak. Ketiga, carilah yang bentuk paruhnya tebal dan lancip seperti bentuk buah belimbing (bakalan kacer seperti ini diyakini mempunyai suara yang keras). Keempat, sebaiknya cari body yang bentuknya panjang seimbang dan bentuk kepala datar (papak). Kelima, warna bulu kacer yang berkelamin jantan diyakini mempunyai warna yang lebih tegas dan gelap dibanding warna bulu pada betina.
Terakhir, kalau kita sudah terbiasa melihat dan membandingkan bakalan kacer jantan dengan betina, maka akan terlihat dengan jelas bahwa body bakalan kacer betina cenderung bulat (dari bagian antara leher dengan dada hingga perut membentuk huruf “C”) sedangkan bakalan kacer jantan lebih rata. Satu hal lagi berdasarkan pengalaman saya, carilah bakalan kacer yang warna bulu putih dikedua pipinya lebih sedikit, ini biasanya mental tempurnya lebih bagus. Semua kriteria diatas hanya berlaku untuk kacer bakalan yang belum bunyi, baik ngeriwik maupun ngeplong.

2. Tips Dasar Perawatan Burung

Dalam hal merawat burung ocean pasti tidak lepas dari perawatan mandi, jemur dan pemberian EF (Extra Fooding) yang pas secara teratur dan bila perlu ditenggar. Mengenai porsi dari masing-masing perawatan (mandi,jemur,EF,tenggaran) secara pasti tidak ada ketentuan, karena yang diharapkan dari perawatan burung kicauan adalah bagaimana agar mampu bekerja di arena lomba secara maksimal dan juara bukan sekedar hidup dan gacor.

Sekedar tips untuk dasar perawatan burung khususnya kacer, saya akan mengutamakan masalah porsi EF, karena masalah mandi, jemur, tenggar bagi burung kacer tentunya para kicau mania bisa mengamati secara langsung pengaruh dari porsi mandi, jemur dan tenggar tersebut. Misalnya mandi pagi/ sore/ malam yang mau kerja maksimal yang mana, kemudian jemur 1/ 2/ 3/ 4 jam / seharian yang bikin kerja maksimal yang mana dan tenggar 1 minggu 1/2/3/4 hari atau 1 minggu full tenggar mana yang mau kerja maksimal. Jika stelan porsi dari mandi,jemur dan tenggar sudah pas maka tinggal setting EF nya.

Extra Fooding untuk kacer yang wajib adalah jangkrik pagi 5 ekor sore/malam habis mandi 5 ekor dan bisa ditambah keroto 1 sendok tiap hari atau 1 minggu 3x tapi untuk kroto tidak wajib bisa diberikan bisa tidak, melihat kondisi burung kalau sudah kelihatan fit tentunya kroto tidak usah diberikan karena dikhawatirkan bisa memicu birahi yang berlebihan bagi burung kacer yang berakibat tidak baik, tapi ada sebagian kicau mania kacer yang memberikan EF full kroto tanpa jangkrik untuk kacer jagoannya itu semua sah-sah saja karena mungkin dengan perlakuan seperti itu burung kacernya mau kerja maksimal.

Bagi burung petarung tentunya full krodong yang berguna untuk mengistirahatkan burung agar tidak terlalu banyak bunyi dan gerak sehingga menguras tenaga, jangan lupa tempel dengan burung master yang cocok untuk kacer anda, karena banyak kasus burung ditempel master jenis burung tertentu malah birahi dan tidak mau kerja jadi cermatilah dalam hal menempel master untuk burung jagoan anda. Dan yang terakhir untuk tempat istirahat harian usahakan yang tenang ini berfungsi agar burung tidak stress akibat lingkungan sekitar.

Itu semua adalah tips dasar perawatan burung khususnya kacer tapi tidak menutup kemungkinan para kicau mania kacer punya sistim perawatan yang lain karena bagaimanapun setiap burung mempunyai karakter, suara, gaya, dan tingkat kecerdasan yang berbeda. Akhirnya kondisi terbaik bagi kacer jagoan kita kembali pada diri kita sendiri sejauh mana kita memahami karakter burung kacer jagoan kita.

3. Tips Bila Kacer Anda Terlalu Birahi

Menurut para pakar burung kacer bahwa kcer yang terlalu birahi akan mengurangi penampilannya ketika di lombakan. Ciri-ciri kacer yang terlalu birahi yaitu sering bergerak ke samping sangkar sambil mematuki sangkar (ngeruji) atau biasanya bertingkah tapi tidak bunyi sama sekali (mbagong/mbedesi).

Tips untuk mengurangi birahi pada Kacer kesayangan Anda yaitu dengan merubah pola perawatan, yaitu porsi mandi ditambah porsi jemur dikurangi porsi tenggar ditambah untuk masalah porsi EF bisa dikurangi secara bertahap dari kebiasaan, misalnya porsi jangkrik bisa dikurangi tiap hari 1 ekor sampai kondisi birahi kacer kelihatan berkurang dan tentunya pengurangan porsi jangkrik harus dihentikan, untuk porsi pemberian kroto untuk sementara bisa dihentikan. Jika penampilannya masih tetap kurang maksimal, bisa dicoba pemberian menu jangkrik dihentikan dan menu wajibnya diganti kroto dimulai dari porsi paling sedikit kemudian ditambah secara bertahap. Biasanya cara ini cukup manjur dan sudah banyak terbukti oleh para mania kacer.

Untuk kacer yang kondisinya terlalu birahi sementara waktu diistirahatkan/ diasingkan itu lebih baik, dan kalau bisa dimasukkan kandang umbaran dengan mengontrol porsi EF nya sampai kondisi kelihatan normal kembali, dan bisa dicoba latihan jangan dilombakan dulu karena untuk menangani kacer (mbagong/mbedesi) dibutuhkan ekstra kesabaran bagi perawatnya. Menurut petuah dari Mbahnya Mania Kacer “ kalau ingin kacer jagoan anda Berjaya kembali, maka bersabarlah menghadapi kacer (mbedesi/mbagong) niscaya kacer jagoan anda akan kembali Berjaya “ kalau tidak sabar bukan kejayaan yang kita dapat, bisa-bisa kacer jagoan kita akan pindah tangan dan tentunya kita akan kesulitan cari gantinya, ya nggak .... !!!

4. Mempersiapkan Burung Kacer Untuk Turun Lomba

Disamping pemberian pakan utama dan pakan tambahan seperti Voer dan Extra Fooding (jangkrik,ulat hongkong,ulat bambu,kroto), pemberian multivitamin dan mineral juga sangat penting. Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam skala kecil, tetapi apabila kebutuhan akan hal ini tidak terpenuhi, akan berakibat fatal, Misalnya : gampang terserang penyakit, kelumpuhan, sakit yang berkepanjangan dan menyebabkan kelainan yang menyimpang. Pilihlah multivitamin dan mineral yang memang sudah di format dan dikemas khusus untuk burung. Berikan dosisnya secara tepat dan bijaksana kepada burung secara rutin pada setiap interval waktu tertentu.

Sekedar tips untuk menyiapkan burung kacer ke lomba, disini saya hanya mengutamakan faktor pengkondisian psikologis sebelum burung bertarung di gantangan. Karena untuk burung jagoan tentunya perawatan harian untuk mengkondisikan agar burung tetap fit selalu dilakukan tiap hari, jadi hanya faktor psikologislah yang harus diperhatikan, misalnya burung yang mau dilombakan harus diistirahatkan ditempat yang tenang dan ditempel master yang cocok jangan sampai menjelang lomba burung dikagetkan oleh sesuatu yang bisa membuatnya stres, mulai hari jum’at segala aktifitas burung harus dikurangi seperti porsi penjemuran dan tenggaran ini dilakukan agar tenaga tidak banyak terkuras. Porsi EF bisa ditambah sampai didapat kondisi yang maksimal untuk bertarung, untuk porsi mandi bisa ditambah atau dikurangi melihat kondisi burung tentunya ini hanya perawatnya yang lebih tau.
Faktor pengkondisian psikologis berlaku dari mulai dalam perjalanan sampai perlakuan saat di lapangan sebelum burung naik digantangan untuk bertempur dan biasanya saat di lapangan (waktu menunggu jadwal lomba) sebaiknya cari tempat yang tidak ada atau tidak banyak burung sejenis karena jenis kacer adalah burung fighter kalau terdengar bunyi kacer lain pasti ikut bunyi dan ini dikhawatirkan akan mengurangi tenaga dan daya tempur kacer jagoan kita. Dan jangan lupa sebelum kacer jagoan kita bertempur sebaiknya dikasih EF seperti jangkrik/kroto/ulat honggkong, untuk porsi disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan ini dilakukan karena mungkin selama perjalanan sampai ditempat lomba, burung merasa lapar dan terkuras tenaganya sehingga perlu diberikan EF supaya kenyang dan berfungsi sebagai pendongkrak stamina agar saat tampil diatas gantangan mampu bergoyang sambil bernyanyi dengan mengeluarkan tembakan-tembakan yang ampuh untuk melumpuhkan lawan.

Itu semua adalah settingan/ stelan sebagai usaha agar kacer jagoan kita mampu bekerja dengan maksimal, tentunya hasil juara atau tidak biarkan burung yang berbicara. Dan akhirnya apabila settingan/ stelan bisa tepat dan seimbang sesuai dengan karakter burung, maka burung akan bekerja secara optimal. Maka dari itu, kenali dan pahamilah tipe/ karakter burung kacer jagoan anda agar bisa bekerja secara maksimal dan mampu bersaing dengan lawan dan tujuan akhir JUARA tentunya.
Mudah-mudahan ini bermanfaat dan dapat menjadi masukan khususnya kicau mania kacer, dan barangkali ada masukan yang lebih baik anda bisa share dalam komentar tentunya ilmu dan pengalaman anda akan bermanfaat bagi kicau mania yang lain.
READ MORE - Tips Memilih Kacer Bakalan Yang Bagus Dan Cara Perawatannya

PENANGKARAN KACER

  1. Pemilihan Indukan

    Memilih pasangan indukan Kacer perlu pengamatan yang cermat, karena ada beberapa ekor Kacer yang sulit dijodohkan. Untuk Kacer betina sebaiknya dipilih minimal berumur enam bulan, sedangkan yang jantan minimal satu tahun. Untuk Kacer betina sebaiknya dipilih yang agak jinak namun mempunyai sifat fighter yang cukup tinggi. Pemilihan indukan betina yang tidak terlalu jinak ini dimaksudkan agar tidak mengganggu proses pengeraman. Kacer betina yang dipilih juga sebaiknya merupakan hasil penangkaran atau yang pernah dipelihara sejak piyik. Pemilihan jantan tidaklah terlalu sulit apalagi kalau jantan tersebut merupakan burung tangkapan dari alam, karena jika jantan tersebut merupakan peliharaan dari piyik atau hasil penangkaran, sebaiknya sang jantan mulai dijodohkan dengan betinanya sejak masih kecil, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penjodohan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor kesehatan agar proses kawin tidak mengalami hambatan, sedangkan faktor cacat tubuh pada Kacer tidak menjadi masalah serius, yang penting tidak mengganggu pada saat proses reproduksi. Selain hal tersebut di atas, kita juga bisa merujuk pada standar pemilihan Kacer untuk lomba, seperti postur tubuh, bentuk kepala, bentuk paruh dsb. Jadi burung Kacer yang pernah jadi jawara mempunyai potensi yang cukup baik untuk ditangkarkan, sehingga diharapkan akan lahir anakan Kacer yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata.
  2. Proses Penjodohan

    Proses penjodohan bisa dilakukan langsung di kandang besar, atau dengan pengenalan terlebih dahulu selama sekitar 7-10 hari, namun hal ini bukan menjadi patokan yang baku. Pada kasus yang lain proses pengenalan bisa sampai dua bulan. Proses pengenalan bisa dengan cara menggantang sangkar indukan saling berdekatan. Setelah kira-kira saling tertarik bisa sama-sama dilepas di kandang besar, namun biasanya sang betina dimasukkan ke kandang besar (penangkaran) terlebih dahulu dan sang jantan ditaruh di kandang besar tapi masih dalam sangkar hariannya, baru kemudian selang beberapa hari sang jantan bisa sama-sama dilepas dalam kandang besar. Beberapa penangkar sering merasa kesulitan dalam proses penjodohan ini, seringkali salah satu induknya mati, pada umumnya terjadi pada induk betina karena diserang oleh pasangannya, namun hal ini bisa dihindari jika kita sering melakukan pengontrolan terhadap pasangan indukan Kacer kita. Hal ini terjadi karena salah satunya lebih tinggi birahinya, atau sifat fighternya. Beberapa solusi yang biasa dipakai adalah dengan menurunkan porsi EF bagi Kacer yang terlalu birahi atau menambah porsi EF bagi Kacer yang kurang birahi, intinya adalah berusaha menyamakan kadar birahi Kacer sehingga akan seimbang. Jika hal tersebut tidak memecahkan masalah dan salah satu induk masih lebih ganas dibanding yang lain, sebaiknya segera dicarikan pasangan yang seimbang.
  3. Kandang dan Sarang

    Kandang yang digunakan untuk menangkarkan Kacer sebaiknya bentuk tertutup yang terbuat dari kombinasi tembok tanpa plester di bagian kiri, kanan dan belakang, rangka kayu serta bagian atas dan depannya menggunakan ram kawat, bagian atas bisa dibuatkan atap dari asbes. Dinding bata yang tanpa plester/pelur ini dimaksudkan agar kondisi kelembapan dan suhu udara lebih stabil. Ukuran yang digunakan cukup variatif mulai dari ukuran panjang 100 cm sampai 200 cm. Lebar mulai ukuran 90 cm sampai 150 cm. Tinggi mulai ukuran 170 cm sampai 200 cm. Kandang bisa dibuat di dalam maupun di luar ruangan. Untuk kandang yang diletakkan/dibuat di dalam ruangan perlu diperhatikan faktor cahaya dan sirkulasi udara. Pintu kandang bisa dibuat dua buah, satu pintu kecil berukuran lebar 12 cm dan tinggi 12 cm untuk mengontrol makanan dan air minum dan satu pintu besar berukuran lebar 40 cm dan tinggi 70 cm sebagai akses ke luar-masuk kandang untuk melakukan pengontrolan.

    Kotak/tempat sarang bisa terbuat dari kotak kayu, ukurannya variatif misalnya dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm. Selain dari kotak kayu, sarang juga bisa dibuat dari potongan batang pohon kering yang diberi lubang dengan diameter 10 – 12 cm, dengan kedalaman sekitar 10 – 15 cm dengan dipotong sebelah sisinya agar memudahkan dalam pengontrolan. Tempat sarang bisa diletakkan di mana saja, namun berdasarkan pengalaman lebih bagus kalau sarang diletakkan di sudut belakang sebelah atas, karena lokasi tersebut membuat Kacer relatif lebih tenang saat mengerami telurnya. Didalam kandang juga sebaiknya diletakkan/dibuatkan tempat mandi bagi Kacer Bahan sarang bisa dari bahan yang kering seperti tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren atau daun cemara. Sebagian bahan sarang disebar di dasar kandang, sebagian lagi di taruh di tempat sarang, jika semua bahan ditaruh di tempat sarang, biasanya Kacer enggan untuk bertelur di sarang. Sekedar tips, untuk memudahkan dalam proses pembuatan sarang, bisa dibuatkan dua tempat sarang, dengan lokasi yang berbeda, jika nanti Kacer sudah menentukan pilihannya, sarang yang tidak dipergunakan bisa dilepas.

    Setelah kawin dan membuat sarang, Kacer akan bertelur sebanyak kira-kira 3 butir dan proses pengeraman membutuhkan waktu 14 hari (dua minggu). Pengeraman ini dilakukan oleh sang betina.
  4. Penyakit

    Penyakit yang timbul biasanya menyerang mata, mata menjadi berair dan piyik tidak mau membuka mata. Penyakit ini bisa menimpa anakan yang baru menetas sampai berumur satu minggu. Gejala awalnya biasanya mata bengkak, lalu keluar cairan seperti nanah dan kadang darah. Meskipun begitu nafsu makan sang anak masih normal, sehingga pada saatnya ada yang dapat bertahan hidup namun dengan resiko mata cacat atau ukurannya tidak normal. Pengobatan untuk penyakit mata yang menyerang Kacer sampai tulisan ini disusun belum ada informasi yang signifikan yang bisa dijadikan acuan, akan tetapi ada hal yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mencegah penyakit itu tidak semakin parah adalah membersihkan mata piyikan yang mulai terserang penyakit secara teratur dengan menggunakan kapas (cotton bud) yang telah ditetesi obat tetes mata yang biasa digunakan oleh manusia serta sering menjemur piyikan di bawah sinar matahari.
  5. Pakan

    Pakan utama sebaiknya berikan voer yang mempunyai kandungan protein yang tinggi yakni sekitar 18% - 20%, bisa juga diberikan pellet ikan sebagai alternatif. Sedangkan EF cukup diberikan 2-3 ekor jangkrik pada pagi dan sore hari, pada betina bisa diberikan lebih banyak untuk membantunya agar cepat bertelur. Multivitamin dan probiotik khusus untuk penangkaran juga perlu diberikan, pemberiannya bisa dilakukan dua kali dalam seminggu.
  6. Perawatan Piyikan

    Perawatan anak Kacer yang masih piyik bisa kita serahkan kepada induknya, tapi bisa juga kita rawat sendiri. Jika kita rawat maka sang induk berkesempatan untuk bereproduksi lagi. Yang perlu diperhatikan adalah saat mengambil piyik, harus hati-hati jangan sampai justru berakibat pada kematian.
READ MORE - PENANGKARAN KACER

Ciri Kacer Poci Jantan

Kacer (Copsychus Saularis) merupakan salah satu burung fighter dengan kicauan yang sangat merdu seperti murai batu. Baik kacer poci maupun kacer hitam, rata-rata memiliki kemampuan untuk menirukan kicauan burung lainnya. Oleh karenanya kacer poci dan kacer hitam sangat digemari di kalangan kicau mania Indonesia. Selain bagus untuk sekedar hobi, kacer dapat pula dipelihara untuk tujuan lomba, khususnya kacer putih atau dada putih. Sementara untuk kacer hitam, lebih sering kita jumpai sebagai burung kelangenan meski tidak jarang ada pemain yang membawanya ke arena lomba. Namun demikian, secara umum kacer hitam lebih memiliki nilai jual dibanding dengan kacer putih. Alhasil, banyak penangkar lebih memilih indukan kacer hitam dibanding dengan kacer poci.

Kacer Poci Atau Kacer PutihUntuk mengetahui ciri kacer poci jantan, terutama jika burung tersebut sudah menginjak usia dewasa, sebenarnya tidak terlalu sulit. Warna dari keduanya sungguh sangat mencolok. Untuk lebih jelasnya, baca perbedaan / ciri kacer poci jantan dan kacer poci betina di bawah.

- Kacer putih jantan memiliki warna bulu hitam yang mengkilap, sementara warna bulu kacer putih betina cenderung kusam dan agak keabu-abuan.
- Pada bagian dada, kacer poci jantan memiliki warna hitam yang mengkilap, sementara si betina berwarna abu-abu.
- Kicauan kacer poci jantan cukup variatif dan lebih gacor, sebaliknya kacer poci betina memiliki kicauan yang monoton seperti cucak jenggot walau tidak semua betina bertipe demikian.
- Ukuran bodi kacer dada putih jantan biasanya lebih besar, sementara si betina lebih kecil. (namun ini tidak mutlak)
- Pada saat masih trotol, bagian dada kacer poci jantan di dominasi oleh trotol hitam dan kombinasi dengan warna putih kekuningan, sementara betina kombinasi trotol dengan warna putih keabu-abuan.

Mungkin hanya itu ciri-ciri singkat untuk membedakan kacer poci jantan atau kacer putih jantan. Kalau ada salah-salah kata, mohon di maafkan karena ciri-ciri diatas hanya berdasar pada penjabaran dari penjual burung beserta ulasan dari media.

Jika anda mengetahui ciri kacer poci jantan atau ciri kacer dada putih jantan yang belum ada di postingan ini, mohon untuk rela berbagi dengan yang lain. Wassalam dan semoga bermanfaat.



READ MORE - Ciri Kacer Poci Jantan

http://duniahobi.files.wordpress.com/2010/07/kacer-ndegeg2a1.jpg

Banyak di antara para kicau mania merasa kesulitan mencari cara untuk menjinakkan kacer, entah itu kacer poci maupun kacer hitam. Apa sebab? Kacer-kacer tersebut biasanya Mudah Hutan. Sehingga apabila perawatan awal tidak tepat sasaran, burung tersebut bukanya makin jinak malah makin giras. Sayangnya, tidak ada aturan baku dalam masalah ini. Setiap orang biasanya memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjinakkan kacer. Dan jeleknya, tidak semua pendapat yang ada bisa di aplikasikan ke burung kacer kita masing-masing. Perlu adanya modifikasi yang harus disesuaikan dengan kondisi burung pada saat “ini”.

Namun, secara garis besar, cara menjinakkan kacer poci atau kacer hitam adalah sbb:

  • Jika burung masih terlihat stress, asingkan terlebih dahulu ketempat yang sepi hingga burung terlihat nyaman di sangkarnya
  • Mandikan kacer secara rutin (pagi/sore) sampai basah kuyup.
  • Kondisikan burung dalam keadaan lapar lalu kasih extra fooding jangkrik menggunakan tangan. Jika burung belum berani mematuk jangkriknya, ajari perlahan-lahan dengan bantuan lidi. Jangkrik di matiin lalu di taruh di ujung lidi. Setelah itu baru kita kasih ke burung. Untuk permulaan, mungkin bisa memakai lidi yang panjang. Kemudian berangsur-angsur menggunakan lidi yg sedang, pendek dan dicoba lewat tangan langsung
  • Hindari pengerodongan kecuali pada malam hari.
  • Gantang di tempat yang ramai dilalui oleh orang.
  • Gantang di tempat yg rendah (sebagai rujukan mungkin bisa 1 meter diatas permukaan tanah)
  • Ini cara terkahir jika cara-cara diatas tidak mempan. Titipkan burung tersebut ke family atau teman yg memiliki kios di pasar tradisional. Dengan digantang dipasar, biasanya dalam kurun 1 bulan, kacer poci atau kacer hitam muda hutan akan segera beradaptasi dengan lingkungan.

Woke, saya rasa cuma itu saja cara menjinakkan kacer poci dan kacer hitam yang saya ketahui. Selanjutnya terserah anda dan good luck! Cara diatas bisa juga untuk di aplikasikan ke burung lain seperti ciblek maupun cucak jenggot.

READ MORE - Cara Menjinakkan Kacer Poci / Kacer Hitam



http://duniahobi.files.wordpress.com/2010/07/anak-kcr.jpg

Untuk mengantisipasi agar kacer trotolan yang kita harapkan tidak membalon, ada 3 faktor yang harus kita jaga yaitu :

1. Jangan mendekatkan kacer tersebut dengan kacer betina, bila Anda mempunyai kacer betina, Anda dapat menjauhkan atau mengkrodong kacer jantan Anda agar tidak melihat sang betina. Selain menjaga birahi, kacer jantan tersebut bisa sekalian dimaster dengan lengkingan betina, umumnya lengkingan betina lebih keras.


2. Jangan menaruh kacer Anda di daerah penangkaran atau sangkar penjodohan, karena selain dapat memacu birahinya juga dapat merusak pasangan yang tengah dijodohkan.

3. Melakukan diet ekstra fooding. Untuk kacer trotolan jumlah jangkrik 10 ekor/hari itu terlalu banyak, bisa Anda bayangkan kalau dalam 7 hari bearti 70, bagiamana dalam satu bulan (30 hari)?? Bisa Anda bayangkan betapa panasnya tubuh kacer Anda. Bila kacer Anda tidak terbiasa dengan buah, tetap saja berikan, karena lama-lama juga akan suka malah akan menagih bila Anda tidak memberinya.

Semoga bermanfaat.
READ MORE - UNTUK MENGANTISIPASI AGAR KACER TROTOLAN YANG KITA HARAPKAN TIDAK MEMBALON