Tips Memilih Cendet Bakalan Yang Bagus Dan Cara Perawatannya
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cendet:
Cendet, Bentet, pentet, atau toet untuk orang jawa barat merupakan burung petengger dan juga burung pemangsa yang agresif dari famili Laniidae. Burung ini sering ditemukan bertengger di pepohonan yang terdapat di ladang, persawahan, di tepi hutan dan tempat-tempat terbuka di daerah Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Maluku. Burung itu juga mudah ditemui di India, Papua Nugini, Filipina, dan daratan Cina.
Burung ini pada awal dan sebelum tahun 1990 merupakan burung yang belum banyak diminati. Bahkan harganya tidak lebih dari harga burung kutilang. Namun pada perkembangannya orang mengetahui, bahwa selain memiliki bentuk fisik yang indah, ternyata burung ini mempunyai suara yang menarik dan dapat memaster suara burung lainnya. Di alam terbuka, cendet memangsa serangga atau jenis binatang kecil lainnya. Burung ini ternyata tidak hanya memiliki kicau yang indah, tapi juga bisa memberikan pertunjukkan yang atraktif ketika menyambar mangsanya. Cendet atau pentet bisa terbang berjungkir balik untuk menaklukkan belalang yang melompat di hadapannya.
Burung cendet, menurut penggemar burung berkicau, merupakan salah satu burung yang memiliki prospek untuk dimasukkan ke dalam suatu lomba burung berkicau. "Burung ini memiliki kicauan yang variatif dan bisa menunjukkan gerakan yang atraktif ketika berkicau,".
Sehingga berbondong-bondonglah orang berusaha mendapatkan burung ini dengan mencari kualitas yang baik. Sekilas jika kita perhatikan ciri fisik ini menyerupai burung dari bangsa elang, demikian juga dengan perilakunya. Burung pentet menukik dan menyambar burung atau hewan kecil lainnya dari batang pohon yang tinggi dan kemudian mangsanya itu ditancapkan pada duri semak belukar untuk memudahkan pencabikan daging mangsanya.
Famili Laniidae Laniidae mencakup 74 spesies yang dibagi dalam 4 subfamili.
Pentet rata-rata memiliki panjang sekitar 20-25 cm, paruh kokok berbentuk kait diujung serupa dengan burung falkon. Pentet juga memiliki tungkai yang kuat dan cakar yang tajam yang dipergunakan untuk mencengkeram mangsanya diudara.
Sayap yang pendek dan bulat menyandang 10 batang bulu sayap luar primer, dan ekor yang bulat memiliki 12 bulu yang berfungsi sebagai kemudi ketika pentet sedang terbang. Pentet juga mempunyai bulu kaku yang tumbuh disekitar moncongnya.
Pentet yang umum termasuk dalam genus lanius.
Salah satu species pentet yang mempunyai tubuh terbesar adalah Bentet Abu-abu Besar (L.Excubitor) . dengan panjang sampai 25 cm, berkembang biak di Eropa, Asia dan Amerika Utara.
Species ini dan pentet Hitam Putih (L. Ludovicianus) merupakan spesies yang biasa tinggal di dunia baru (Amerika). Pentet abu-abu kecil (L.minor) mengeram di eropa selatan dan Asia tengah adn melewatkan musin dinginnya di dataran Afrika bagian timur. Species yang lain berwarna cokelat dan abu-abu.
Pentet kepala merah (L. Senator) mengeram di Inggris selatan, Eropa dan Asia dan melewatkan musim dinginnya di Afrika dan Asia. Ada jenis yang memiliki bentuk yang serupa yang terdapat di India dan Asia Tenggara yakni Bentet Coklat (L. Christatus).
Pentet Leher Hitam (L. Colarris) .
Sarang pentet umumnya terbuat dari ranting, rumput, lumut, bunga-bungaan, wol, bulu dan lainnya. Yang diikat dengan menggunakan sarang laba-laba dan dikaitkan ke pohon atau semak-semak dengan ketinggan berkisar 4-6 meter dari atas tanah. Telur pentet berkisar antara 3-6 butir dengan masa mengeram sekitar 2 minggu hingga saat menetas. Pengeraman sebagian besar dilakukan oleh betina, yang sebagian waktu disuapi oleh bentet jantan selama dalam masa pengeraman. Pada usia 2-3 minggu biasanya anakan bentet telah mulai belajar terbang dan meninggalkan sarangnya.
Pentet adalah burung carnivora yang agresif, dan termasuk burung yang sangat galak khususnya ketika dalam usahanya mempertahankan wilayahnya. Pakan alami dari pentet adalah belalang, anak burung, anak itik, anak bebek, katak, kadal dan mamalia kecil lainnya. Dalam mencari mangsanya, biasanya burung pentet bertengger di pohon/area yang tinggi dan mengintai calon mangsanya. Ketika mangsa terlihat maka dengan cekatan burung ini akan menukik menyambar mangsanya. Jika mangsanya adalah burung kecil maka dapat terjadi kejar-mengejar dalam waktu yang cukup lama. Pentet bahkan seringkali menyerang burung yang secara fisik lebih besar dari dirinya, baik untuk dimangsa atau burung besar yang masuk kedalam wilayah kekuasaannya.
Burung pentet terbang dengan gerakan beralun, diselingi dengan terbang meluncur dan menukik hingga hampir mendekati tanah dan ketika kembali ke tempatnya dengan cara terbang hampir tegak lurus. Mangsa yang diterkam dimatikan dengan bacokan dan cabikan paruhnya dan diangkut utuh dengan cakarnya dan ditancapkan pada benda tajam seperti pucuk duri.
Bentet tidak selalu langsung menghabiskan mangsanya. Kerap kita melihat mangsanya dijejer dalam satu pohonan berduri yang berada disekitar sarangnya. Ini juga sebagai pemikat bagi bentet untuk menarik perhatian pasangannya.
Nyanyian pentet mencakup nada-nada yang harmonis yang berbeda sekali dengan dengan pekikannya yang ribut yang kedengaran kencang melengking.
Sexing Pentet
Bagi pecinta burung burung pentet merupakan burung yang sangat menyenangkan, variasi suara, volume suara dan keindahan burung pentet itu sendiri merupakan alasan bagi penikmat kicauan memilih pentet sebagai klangenannya. Bagi keperluan pemeliharaan burung pentet tentu jenis kelamin sangat menentukan bagi kesenangan dalam memelihara burung ini. Alasan utama adalah pentet yang berkelamin jantan tentu memiliki warna yang lebih mencolok, variasi suara yang beraneka dan volume suara yang keras.
Untuk membedakan Jenis kelamin Pentet mungkin agar sukar bagi para pemula, namun bagi para ahli dapat dengan cara mengamati di bagian samping kiri dan kanan,terlihat sekali warna hitam yang mencolok di dekat mata sampe mendekati paruhnya kalo bgg dibagian pipinya mesti ada warna hitam yang mencolok sekali,itu untuk semua jenis pentet ciri-ciri tersebut menunjukan bahwa pentet tersebut berkelamin Jantan. Kemudian untuk lebih jelasnya danpasti coba liat dibagian sumpitnya ,untuk jantannya mempunyai sumpit kecil panjang dengan motif garis sumpit tidak beraturan.
Kemudian untuk betinanya warna hitam nya terlihat semu² saja dan biasanya mempunya ukuran kepala agak menggelembung. Kalo untuk ceweknya bentuk sumpitnya agak besar dan bentuk garisnya seperti gari2 yang teratur kayak motif kembang sekilas.
(LinduajiPBI Red.)
Pemilihan Bakalan Pentet
Perawatan sebagus apapun dan dari mana asal pentet tidak akan membawa hasil yang maksimal kalau pentet tersebut memang tdk mempunyai trah atau karakter tempur yang mantab (Genetik). Oleh karena itu ada beberapa hal yang dapat diperhatikan
Potensi ngoceh tanpa henti bisa dilihat dari perawakannya. Pilih burung berkepala besar dan membulat (kebalikan dari AM). Diyakini pertanda burung pintar.
Perhatikan juga bentuk dan ukuran paruh. Utamakan pentet dengan paruh tebal dan panjang, yang sudah pasti harus tampak proporsional dengan kepala dan ukuran tubuh.
Paruh tebal dan tampak kokoh menandakan burung bisa membawakan lagu dengan tembakan dan volume keras. Sebaliknya bila paruh terlihat pipih, cendrung ngerol (bila ngerol volume suara akan lebih kecil karena di butuhkan udara/nafas lebih lama),
Pentet bertubuh pipih memanjang memiliki kebiasaan nagen saat bunyi, terlebih lagi apabila warna dada putih bersih dan kaki kokoh mencengkram tangkringan.Itu menandakan pentet punya mental tanding yg oke serta gaya tarung yang anteng.
(Rechten Red.)
Untuk pemilihan calon bakalan pentet, sebagai acuan dapat digunakan petunjuk dibawah ini :
- paruh dipilih yang besar, tebal dan kokoh ini menunjukkan pembawaan lagu cenderung tembakan dan volume keras kalo pipih cenderung ngeroll tapi suara tembakan kurang
- bentuk kpala sperti yang pernah saya informasikan.
- Kaki cari yang kokoh dalam memijak dan tegap
- postur cari yang ramping cenderung nagen saat bunyi, hindari postur botol ato bulet cenderung lari-larian.
- Warna hitam dikepala cenderung pekat menandakan laki-laki klo bisa yang besar.
(soponyono red.)
Atau
* Dengan melihat kondisi fisiknya. Cendet yg rajin berkicau memunyai ciri bermata jeli, tdk buta, bersih, dan berbulu rata serta agak mengkilap.
* Gerakannya gesit, duburnya bersih dr kotoran, serta organ kanan dan kirinya seimbang
* Bakalan yg baik HARUS berbadan TEGAP, sayap berkesan kokh dan rapi, serta tidak cacat kaki, paruh, dan ekor tdk rusak, serta paruhnya juga baik.
* Cari Cendet/pentet yg bentuk KEPALA nya sedikit lbh besar, bentuk bulat, dan bagian atasnya datar. Ciri ini merupakan ciri Cendet jantan yg baik.
* Suara/Volume cari yg mempunyai bakat volume suara yg keras.
* Mempunyai bakat alami (mental) yg baik.
* Lihat penampilan fisiknya, yg secara umum harus simetris antara kanan dan kiri serta tdk cacat, misal matanya, ekor bengkok atau kaki pendek sebelah. Jika berdiri badannnya harus tegap dg dada berkesan lebih besar. Jika berdiri HRS tegap dan gagah. Bila tdk berarti staminanya menurun atau tdk agresif utk berkicau. Kegagahannya juga termasuk dalam kriteria lomba. Oleh krn itu bila memilih cendet carilah yg gagah dan tegap bila berdiri. Bisa dipastikan cendet yg demeikian memiliki mental kicauan yg bagus.
(Copjend Red.)
Tujuan dan Fungsi Penggunaan Kerodong bagi pentet:
Untuk pentet muda gunakan krodong dengan warna lembut atau putih.Secara psikologis, burung muda masih takut menghadapi perubahan lingkungan secara drastis.Satu hal yang mungkin sering terlupakan dengan krodong warna putih semakin mudah mengontrol kebersihannya.Bila dirasakan burung telah bisa beradaptas, baru boleh menggantinya dengan warna lebih gelap. Konon suasana gelap mebuat kondisi seperti malam hari, sehingga burung bisa bersitirahat dengan tenang.
Selain itu,usia muda adalah waktu tepat untuk mengisi suaranya dengan aneka jenis burung mastaer. Disinyalir daya tangkap alias kemampuan untuk menirukan suara burung pentet saat usia belia jauh lebih tinggi ketimbang yang sudah berumur
Untuk master bisa digunakan belalang, jangkrik, burung gereja, pelatuk,tengkek,pancawarna,robin,cililin,murai air,dan cucak jenggot
atau burung lainnya yang dianggap paling sesuai dengan karakter pentet yang dimiliki.
(Rechten Red.)
Extra Fooding
Untuk kepentingan lomba, maupun meningkatkan performa burung kicauan, pemberian Extra Food diperlukan, untuk memenuhi kebutuhan protein peliharaan, Untuk Extra Food yang dapat dipakai
hari 1, pagi 2 ekor jangkrik +2 UH,sorenya 2 ekor jangkrik..
hari 2, satu sendok makan kroto,sorenya 2 ekor jangkrik
hari 3. 2ekor jangkrik tanpa UH ,dan sorenya 2 ekor jangkrik,
hari 4, jangan dikasih ekstrafooding,utk mengurangi kelebihan yg ada di tubuhnya..
hari 5,kembali pada hari 1,oh ya setiap hari jam jemurnya ditambah 5 menit
bila dalam suatu hari frekuensi bunyinya bertambah maka kita dapat menaikan jumlah jangkriknya menjadi 3...dan naikan terus bila ada progresnya...sampai burung tsb sudah dapat berkicau selama 30 menit s/d 1 jam...dan sehari bisa 5-8 kali frekuensinya.maka jumlah jangkriknya jgn ditambah atau dikurangi pada jumlah terakhir..berarti dosis ekstrafoodingnya sudah "ketemu"..
Note : untuk menaikan porsi jangkrik,ada baiknya anda memakai deadline mis 2 minggu atau sebulan...karena utk menemukan dosis yg pas harus pelan2 dan sabar agar tidak over
Master Bagi Pentet
Yang bisa buat master suara pentet adalah lovebird (cari yang speed rapat dan panjang), belalang (speed jangan terlalu rapat), celilin (hati-hati waktu memaster dgn celilin karena volume nya yg keras bisa membuat mental pentet down), burung gereja kawin (ini cukup ngetrend akhir2 ini), pelatuk, jangkrik,cucak cungkok. Untuk kutilang, tidak bisa sembarangan kutilang, mesti cari yang suaranya 'brebet' terus, karena suara ini yg dicari.
Cara untuk menghindari pentet yang liar/giras :
1. taruh di tempat yang rame
2. sering2 di mandiin klo bs sampe basah kuyup lalu di jemur
3. kasih jangkrik(kaki yang tajamnya di copot) 1-2 di tempat mkn pisahkan
dengan tempat makan voer klo belom makan voer(voer di campur kroto di
kasih air tapi jangan terlalu basah)
4. klo sdh biasa makan jangkrik,coba di kasihnya pake lidi....
5. klo sdh mo pake lidi,skr coba klo habis mandiin kasih jangkrik pake tangan...
(Yakoeb Red.)
Perawatan Pentet Semasa Mabung
Masa mabung merupakan suatu masa yang cukup menyengsarakan buat burung, karena pada masa itu bulu burung akan berganti, dan pori-2 burung akan membesar dan burung akan sangat peka terhadap perubahan cuaca yang ekstreem, namun pada masa mabung merupakan saat yang tepat bagi burung untuk mentransfer suara (memaster suara) burung lain.
Berikut cara perawatan cendet pada saat mabung.
- Tempatkan cendet dalam sangkar yg cukup besar
- Jangan dimandikan, sangkar perlu dibersihkan setiap hari. Sangkar perlu dibersihkan untuk mengurangi pencemaran akibat bakteri/kuman yg tersisa dari kotoran burung atau sisa-sisa makanan.
- Jemur/hangatkan cendet tsb dalam kerodong selama kurang lebih 1 jam pada saat terik matahari, jangan berlebih.
- Kurangi EF, usahakan makan voor sebanyak mungkin. Ini untuk menghindari terjadinya kegemukan pada burung tsb. Setelah proses perontokan bulu burung dan bulu mulai tumbuh, perlahan-lahan baru mulai ditambahkan EF.
- Tetap berikan vitamin2, semisal vitamin C, B dan D (tidak perlu spesifik dalam vitamin khusus burung, melainkan bisa dipakai vitamin2 untuk manusia dengan kadar yang harus disesuaikan)
- Tempatkan burung dengan masteran yang sesuai dengan karakter burung tsb. Semisal burung tsb mempunyai kecenderungan melantunkan kicauan dengan speed yg rapat, maka Anda perlu pula mencarikan master yang sesuai dgn karakter burung tsb. Ingat, jangan sampai salah dalam melakukan pemilihan master, ini bisa berakibat fatal pada tampilan burung tsb nantinya
- Setelah semua bulu 'mentok', maka Anda sudah bisa mulai menjemurnya dengan intensitas yang menaik secara perlahan
- HANYA adu burung minimal 1 bulan setalah bulu tumbuh komplit dan sudah dilakukan penjemuran.
(Duta Ong Red.) Kicau-Mania@yahoogroups.com
Pentet tergolong burung yang cukup lama rontok urutan kedua yang sebelumnya urutan pertama dipegang oleh anis merah. Bagi pemilik pentet yang piyikan ,kita dapat menunggu sampai masa mabung berlalu sendirinya, namun bagi kita yang berorientasi pada pemasteran,perawatan dan ekstra fooding tentu harus tetap diperhatikan.
Hal tersebut penting karena jika kita atur sejak dini maka akan berakibat fatal dikemudian harinya jika telah dewasa.Contohnya udah banyak sekali dan dapat kita lihat di lingkungan kicaumania sendiri.Ada yang waktu piyikan abis rontok pertama gacor tapi setalah itu cuman diem seribu basa dengan badan yang gemuk dan salto tidak karuan.
Bagaimana solusinya ?
Pertama ,rawatlah burung piyik anda seperti pada alam nya,pemberian makan yang wajar2 saja,mandi jemur dilakuakan seminimal mungkin ,karena kondisi burung masih piyik,pemberian ekstra fooding juga jng terlalu digenjot abis karena akan berakibat fatal walaupun tidak semuanya,karena emang kondisi setiap penerimaan burung dan adaptasi satu dengan yang lain nya berbeda2.Kemudian dapat kita sampaingan dengan burung2 master sesuai harapan kita,mumpung masih muda master dr awal apa salah nya.
Kedua posisi stelah piyik atau remaja,kita mulai atur tuh,dr ekstra fooding mandi jemur,mulai kita tata kembali perlahan2 agar membuah kan hasil yang maksiamal seperti harapan kita.
Contoh pada masa tersebut si burung biasa nya kita setel jangkrik satu kroto 2 hari sekali dengan takaran secendok teh,ulat hongkong 2 ekor.Dengan masa penjemuran cukup 2 jam karena jika lebih akan mempengaruhi mata dan kondisi si burung.mata cepet buta dan bulu cepet kusam.Untuk ukuran mandi bisa 2 kali sehari,karena pentet adalah burung panas,yg dibutuhkan dia adalah panas terik matahari.
Ketiga,jika kita telah lakukan hal itu semoga dalam kurun waktu si burung dewasa atau udah siap kita tinggal memmantau saja apa yang kurang dan lebih kita dalam merawat,sehingga dalam masa dewasa tersebut si brung cepat beradaptasi dengan mudah dan tidak kaget jika kita rubah perawatan nya karena emang si burung sudah kita stel dr semula.
contoh kita kasih jangkrik 2 pagi 1 sore,mandi 2 kali sehari atau nggak sehari sekali tergantug keadaan si burung jika birahi ya bisa kita tambhkan.ulat hongkong kasih 3 ekor sehari jika labih akan cepat birahi si burung kasih saja waktu mau turun ke lapangan pemberian lebih nya.untuk kroto sekali sehari secendok teh karena menunjang aktifitasnya secendok teh bisa disesuaiklan jika kelbihan akan membuat si pentet gemuk,karena kroto banyak mengandung lemak.kemudian full kerodong,dengan burung master samping kanan kiri untuk memperjelas tonjolan2 apa yg mau dibawakan.
(Lindu Aji PBI)
Kebiasaan Pentet Salto
Kenapa Pentet sering salto? pertanyaan itu sering kali muncul ..... Jawaban yang paling pas adalah " Kenapa anda buat pentet anda salto?.
Pentet salto itu disebabkan karena kelebihan tenaga sehingga membuat dia mulai bertingkah, anda enggak percaya?.. anda boleh coba buang extra foodingnya selama 10 hari dan hanya berikan VOORnya saja, setiap pagi anda semprot - semprot ringan , jangan di guyur dengan air selang karena Pentet anda bisa jadi KEOK yang di tandai dengan bulu tengkuknya berdiri....
Setelah 10 hari anda lihat kelakuannya bagaimana? ( hanya untuk pentet yang sudah super ngacor) jangan di coba untuk pentet bahan ya.....
kalau ngacornya berkurang naikin sedikit aja EFnya secara bertahap.....atau bisa dengan TRAP BUMPER
(Nicho Red.)
Ada beberapa penyebab:
- Karakter burung tsb
- Terlalu berahi
- Stress
beberapa solusi yg bisa dicoba:
- Memandikan burung tersebut lebih sering. tapi hati2 karena ini bisa menjadikan kinerja burung turun.
- Memahami kebutuhan extra fooding secara tepat. Ini tidak bisa digeneralisir, porsi bisa berbeda untuk tiap2 burung.
- Pahami karakter burung dengan mengubah jenis tangkringan, apakah sejajar ataukan silang, jenis kandang, apakah kandang besar atau kecil. Ini semua bisa mengurangi salto pentet
- Untuk burung stress, bisa disuahakan dgn cara disendirikan dulu. Setelah rajin berbunyi lagi, usahakan waktu menggantung di tempat yg agak rendah dan ramai lalu lalang orang,agar mental pentet bisa lebih terlatih
Pentet adalah salah satu burung yang pintar menirukan sura burung lain sehingga sangat menarik untuk memaster pentet dengan burung-burung master maupun CD master yang sudah banyak di pasaran Burung-burung master yang enak dibawakan pentet : Cililin, Cucak jenggot, Love bird, Rembetan, pelatuk, jalak suren, kutilang ngekek, Pelatuk, parkit, siri-siri, cucak gadung, cucak cungko, gereja tarung,robin betina, pancawarna betina suara walang, suara jangkrik dan masih banyak burung lain yang mempunyai tonjolan dan ngerol dengan spead yang rapat.
Waktu yang paling tepat memaster pentet adalah ketika mabung dan sedang tumbuh bulu, tetapi pada saat normalpun memaster pentet juga bisa dilakukan tergantung kecerdasan si burung tersebut..
Dari pengalaman saya Untuk memaster pentet atau burung lain ada 2 cara menggunakan CD mastering dan menggunakan master burung asli. Kedua cara ini sudah saya coba dan sudah cukup berhasil..
1. Memaster dengan CD Master
untuk memaster pentet dengan CD mastering dilakukan tiap hari sebaiknya dilakukan siang, sore dan malam hari setelah proses penjemuran dan burung harus dikrodong. Cranya cukup dengan menyetel CD suara master yang kita inginkan dengan Volume yang pelan dan diputar 2-3 kali dalam sehari..lakukan terus selama seminggu kemudian baru ganti dengan CD master burung lain sesuai dengan keinginan kita..memang hasilnya tidak bisa 100% tapi minimal 20%-40% pasti bisa terekam tergantung daya tangkap si pentet. Untuk waktu pemasteran 2 bulan.
2. Memaster dengan Burung masteran
Untuk memaster pentet dengan burung masteran maksimal menggunaka 2 burung master dalam satu ruangan dan di ganti tiap minggu, untuk time dan kondisi sama seperti pada saat kita memaster dengan CD master..sebaiknya burung yang jadi master gacor. Catatan untuk memaster dengan cililin sedikit susah karena suara cililin yang keras bisa bikin pentet sedikit shock, sebaiknya memaster dengan cililin tidak satu ruangan denngan pentet tapi masih terdengat oleh pentet.
Waktu pemasteran 2 bulan tingakt keberhasilan 60%-80% tergantung tingkat kepandaian burung yang kita master...
Untuk burung yang sudah tua 5x keatas mabung sedikit susah memasternya jadi harus diperhatikan karakter suara burung yang suka dibawakannya kemudian cari burung master yang mirip karakter suara burung yang suka dibawakannya, hal ini akan lebih mudah bagi pentet tua....
usia emas untuk memaster burung dari mulai belajar bunyi sampai 3 x mabung, burung akan dengan sangat cepat menagkap maupun menirukansuara yang didengarkan.
Ada satu cara lagi memaster pentet untuk lomba dengan master pentet jawara yang memiliki variasi suara yang bagus, ini lebih gampang melakukannya karena pentet memang burung yang bisa saling mengisi..Hanya yang perlu diperhatikan jaraj antar burung harus agak jauh sehingga suara pentet master yang agak jadi guru terdengar perlahan...
Para pecinta cendet atau cendet mania saya mau coba berbagi tips untuk memilih Cendet buat Lomba berdasarkan katuragan dan pengalaman ane yang masih minim..mohon share dari rekan-rekan semua....
Fisik
Cendet buat Lomba sebaiknya memiliki mental tempur yang baik dan Rajin ngocehnya diusahakan Kita memilih cendet dengan kepala yang besar dan Bulat dengan mata yg jernih dan bersih(trengginas). Untuk Paruh Usahakan memilih yang Tebal dan panjang diyakini cendet memiliki Volume yg dasyat dan bertipe ngerol dan nembak, sedangkan paruh tipis diyakini cendet bertipe ngerol dan jarang memiliki tembakan dasyat..Untuk bentuk badan usahakan pilih yang proporsional dari kepala sampai ekor dan kondisi burung cenderung untuk rapi(tidak bondol dsb) karena menghindari cendet yg banyak polah(cabut bulu dsb) dan untuk KAKI pilih KAKI cendet yg besar dan kokoh karena cenderung lebih mudah disetting agar nancep pada saat Fighter.
USIA
Sebaiknya memulai dengan cendet yg mudah Hutan karena akan lebih mudah dan cepat mensettingnya di bandingkan bila memelihara dari trotol...Karena bila kita pelihara dari trotol cendet berpotensi besar buat menjadi manja..Carilah cendet yang sudah 2-3 kali mabung sehingga kita masih punya waktu untuk mensettingnya..
Mental
Ini yg agak sulit karena cendet MH biasanya masih sedikit giras, tapi bila kita perhatikan dalam kondisi tenang dan didekatkan dengan cendet lain maka burung yg bermental baik akan mulai kelihatan sifat tempurnya dengan mulai berbunyi walaupun cuman bunyi TOET..TOET....TOET....Perhatikan juga ekornya bila ekor cendet digerakkan berputar-putar berarti ada yang ditakutinya, bila tetap lurus berarti cendet mempunyai mental yang cukup baik.
Tips terakhir ane coba pantau cendet di latberan karena akan lebih mudah mendapatkannya ketimbang di pasar burung..tidak perlu mengambil cendet yg juara (pasti mahal)tapi kita liat bakat dan kelebihan yg di miliki burung tersebut pada saat dilapangan, sehingga dengan sedikit di POLES cendet ndeso bisa dioptimalkan untuk maen di level yang lebih tinggi...
Semoga tips sederhana ini bermanfaat buat cendetmania.

Burung cendet atau pentet merupakan burung yang sangat cerdas. Meski warnanya tidak semewah Murai Batu atau Anis Merah, tetapi tak bisa dipungkiri jika kualitas kicauannya mampu menghipnotis siapa saja yang mendengar. Belum lagi ditambah dengan kemampuannya dalam menirukan suara burung lain ataupun binatang lain seperti walang kecek dan jangkrik. Singkatnya, burung cendet atau pentet sangat istimewa.
Sayangnya, untuk mendapatkan cendet yang gacor owor-owor dari pagi sampe sore, kita harus bisa mendapatkan cendet jantan. Meski ini tidak mutlak, tetapi sangat diyakini bahwa hanya cendet jantan yang bisa menghibur sang pemilik. Bahkan, dalam latber ataupun lomba, belum pernah terdengar ada peserta yang membawa cendet betina untuk di adu.
Oleh sebab itu, ada baiknya kita mengenali ciri-ciri cendet jantan terlebih dahulu sebelum kita membeli atau memeliharanya. Dan dibawah ini adalah ciri singkat dari cendet jantan atau pentet jantan.
- Bagian pipi dari cendet jantan memiliki warna hitam yang sangat pekat. Jika hitamnya agak pudar, biasanya cendet tersebut berkelamin betina.
- Bentuk kepala cendet jantan biasanya ceper mendatar, sementara cendet betina lebih menggelembung atau agak oval.
- Supit yang dimiliki cendet jantan berbentuk kecil panjang dan disertai motif garis yang tidak beraturan. Sementara cendet betina memiliki supit yang agak besar dengan disertai motif garis yang teratur seperti kembang.
Ciri-ciri cendet jantan atau ciri-ciri pentet jantan diatas hampir bisa dikatakan sempurna karena mayoritas penghobi dan penjual burung sepakat dengan ciri-ciri tersebut.
Jikalau para pengunjung merasa keberatan dengan pendapat diatas, sangat ditunggu saran dan masukanya.
Akhir kata, semoga ciri cendet jantan atau ciri pentet jantan diatas bisa berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. Wassalam dan see you