Cara Bikin Anis Merah Cepat Teler

Cara Bikin Anis Merah Cepat Teler


Dengan Perawatan Rutin dan Penuh Kesabaran

Faktor terpenting bahwa anis merah bisa teler adalah usia, kebanyakan anis merah jika dipelihara sejak trotol pada usia 8 bulan sudah bisa belajar teler. sebagian merah mania mengatakan bahwa teler pada anis merah itu sebuah karakter yang tidak bisa dibentuk jadi sudah dari sononya, tetapi ada juga yang mengatakan bisa dikondisikan melalui parawatan.

Karakter teler pada anis merah diyakini sebagai suatu tingkah laku (action) untuk menarik pasangan, dengan disertai melantunkan lagu-lagu yang merdu (berkicau) ketika anis merah mengalami masa birahi. jika benar, maka bisa dikatakan bahwa anis merah bisa teler jika dalam kondisi birahi, jadi tidak ada cara lain untuk memibikin anis merah agar bisa cepat teler kecuali memunculkan sifat birahinya.

Berbagai macam cara untuk meningkatkan birahi pada anis merah, tetapi secara umum bisa dikatakan bahwa perawatan rutin meliputi mandi jemur dan pemberian extra fooding adalah hal yang terpenting untuk mempercepat anis merah agar cepat teler.

1. Mandi Jemur

Anis merah adalah jenis burung dari habitat yang relatif bersuhu dingin jadi mandi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan untuk memelihara bulu agar selalu cantik dan sebagian besar merah mania mengatakan bahwa mandi bisa mengurangi birahi dan bikin kerja anis merah lebih stabil. mengenahi porsi mandi bisa 1 atau dua kali sehari, pagi dan sore/ malam tapi kebanyak merah mania memandikan merahnya di malam hari dengan alasan masing-masing. setiap pagi burung di keluarkan (diembunkan) sampai terbit sinar matahari dilakukan penjemuran, dilakukan secara rutin maksimal 2 jam atau bisa disesuaikan dengan kebiasaan, penjemuran sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup termasuk jenis unggas karena dengan dijemur antara 7:00 - 9:00 sangat bermanfaa bagi burung untuk memperlancar metabolisme, kalau metabolisme bagus dimungkinkan burung menjadi lebih sehat.

2. Extra Fooding

Jangkrik. kicau mania beranggapan bahwa jangkrik dapat meningkatkan power, jadi jangkri mutlak diberikan. mengenai porsi bisa diberikan 2-3 ekor pagi dan sore tapi itu tergantung masing-masing burung pada intinya bagaimana agar anis merah mampu bekerja secara maksimal dengan porsi jangkring yang pas.
Kroto. Kroto diberikan agar burung menjadi lebih sehat sehingga rajin bunyi, karena kroto mengandung protein tinggi yang relatif mudah dicerna sehingga sebagian besar merah mania merekomendasikan pemberian kroto walaupun dengan porsi yang berbeda-beda. secara umum kroto diberikan hanya 1 sendok bisa pagi atau sore, bisa tiap hari atau dua hari sekali, ada juga yang pemberian kroto hanya dilakukan menjelang turun lomba saja.
Cacing. dihabitat aslinya anis merah suka makan cacing sehingga pemberian extra fooding berupa cacing banyak dilakukan oleh para merah mania, menurut sebagian besar merah merah mania cacing bisa bikin anis merah betah teler (tancep). mengenai porsi antar merah merah mania berbeda tergantung kebiasaan, ada yang memberikan exfood cacing hanya sesaat menjelang naik gantangan dan ada juga yang menjadikan cacing sebagai menu utama harian.

Ulat Hongkon. Ulat Hongkong banyak digunakan oleh merah mania sebagai pendongkrak stamina agar anis merah lebih fight dalam bertarung di atas gantangan, kebanyakan merah mania menggunakan ulat hongkong hanya saat menjelang turung lomba atau sesaat sebelum naik gantangan, tetapi ada juga yang menjadikan ulat hongkong sebagai menu harian, semua tergantung dari kebiasaan.

jika merah mania melakukan perawatan secara rutin dan penuh kesabaran bisa juga menerapakan cara perawatan seperti di atas, maka dimungkinkan anis merah akan bisa mencapai tingkat birahi yang maksimal dan akan bisa membikin anis merah anda jadi rajin bunyi dan teler (action) untuk menarik pasangannya.

Barang kali merah mania punya pengalaman lain mengenahi perawatan anis merah yang bisa membikin cepat teler, silahkan tulis komentarnya mungkin bisa bermanfaat bagi merah mania yang lain.
READ MORE - Cara Bikin Anis Merah Cepat Teler

Tips Mencetak Burung Murai Batu (White Rumped Shama) Menjadi Petarung Handal

Tips Memilih Bakalan Murai Batu Yang Bagus
Cara Perawatan Burung Murai Batu

Burung Murai Batu merupakan salah satu burung berkicau cerdas terbaik (dari keluarga Turdidae) yang sangat banyak penggemarnya. Merawat burung Murai Batu sangat mudah dan menyenangkan. Jenis-jenis burung Murai Batu dan asal burung Murai batu yang banyak dikenal di Indonesia adalah Burung Murai Batu Medan, Burung Murai Batu Aceh, Burung Murai Batu Lampung, Burung Murai Batu Lahat, Burung Murai Batu Jambi dan Burung Murai Batu Kalimantan (Borneo). Suara burung Murai Batu sangat merdu dan bervariasi. Burung Murai Batu adalah salah satu burung penyanyi terbaik di dunia.

Karakter Dasar Burung Murai Batu

1. Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
2. Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Murai batu betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

Pemilihan Bahan Murai Batu Yang Bagus
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bakalan pada burung Murai Batu :
1. Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Murai Batu jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras serta memiliki ekor yang lebih panjang daripada burung Murai batu betina.
2. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
3. Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
4. Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
5. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
6. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
7. Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.
8. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

Perawatan Harian Burung Murai Batu

Perawatan harian untuk burung Murai Batu relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Murai Batu:
  1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  3. Berikan Jangkrik 5 ekor dan kroto 1 sendok makan/ lebih.
  4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  6. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  8. Berikan Jangkrik 5 ekor pada cepuk EF.
  9. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
Catatan :
  1. Diumbar di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  2. Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
Perawatan Burung Murai Batu Saat Mabung
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan masa mabung
  1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  5. Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
Meningkatkan Performa Burung Murai Batu

Irama lagu yang dimiliki burung memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung berkicau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu). Memilih suara-suara master untuk burung andalan kita janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus. Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau.

Sebenarnya, Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran. Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena, Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung (pemasteran burung berkicau) adalah memaster burung dengan suara-suara master yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master.
READ MORE - Tips Mencetak Burung Murai Batu (White Rumped Shama) Menjadi Petarung Handal

Teknik Sukses Breeding Kenari

Teknik Sukses Breeding Kenari

Hal Yang Terpenting Adalah Memilih Calon Indukan Yang Berkualitas

Pertama kali yang harus dilakukan ketika kita akan melakukan proses penangkaran burung kenari adalah memilih calon indukan. Calon indukan inilah yang akan menentukan kualitas dari anakannya nanti. Apabila kualitas dari kedua indukannya tidak bagus maka anakan yang dihasilkannya pun tidak akan berbeda jauh dari indukannya.

Dalam memilih calon indukan sebaiknya pilihlah indukan Jantan yang memiliki beberapa kriteria seperti : Berbadan besar dan panjang, volume keras, irama yang dilantunkannya enak di dengar, memiliki variasi lagu, serta memiliki mental yang baik. Sementara untuk calon indukan betina carilah yang berbodi besar, panjang, volume keras, serta bermental baik. Lebih baik lagi apabila kualitas pejantan sudah terbukti di lapangan ini akan berpengaruh pada kualitas mental, lagu anakannya nanti.

Untuk menjodohkan sepasang kenari hal pertama yang perlu dilakukan adalah : dekatkan kandang kenari betina dengan kenari jantan dalam beberapa hari. Atau bila kenari betina ketika didekatkan langsung menunjukkan sifat birahinya yaitu biasanya ditandai dengan ngriwik serta badannya sedikit turun (ngeper) maka kenari jantan bias langsung dimasukkan ke kandan kenari betina. Tetapi apabila kenari betina belum birahi maka harus ditunggu sampai benar-benar siap dan ini akan memakan waktu 2 – 3 hari paling cepat atau 1 – 2 minggu paling lama.

Bila keduanya sudah jodoh dan kenari jantan mau mengawini betina maka jarak 3 hari setelah kedua burung tersebut kawin, kenari betina akan segera bertelur. Persiapan yang harus dilakukan sebelum kenari betina bertelur adalah dengan menempatkan daun cemara angina yang sudah kering, bisa juga dengan sabuk kelapa pada kandang tersebut agar kenari betina segera menyusun sarang dan biasanya dibantu dengan kenari jantan. Namun agar mempermudah dalam proses pembuatan sarangnya harus kita bantu sedikit yaitu dengan menyediakan tempat sarang yang sudah banyak tersedia di kios-kios burung, atau dengan membuat sendiri kotak dari kardus atau tripleks. Pada kotak tersebut kita masukkan sedikit daun cemara kering atau sabuk kelapa agar kenari betina segera terpancing untuk membuat sarangnya.
Kenari betina akan bertelur sebanyak 3 atau 4 bahkan bisa juga lebih dari itu tergantung dari kualitas burung itu sendiri. Namun pada umumnya maksimal jumlah telur burung kenari adalah 3. Pemberian makanan seperti, telur puyuh rebus dan sayuran harus diberikan setiap hari ketika burung kenari jantan dan kenari betina dijodohkan dan masa kawin. Telur puyur usahakan jangan diberikan ketika indukan betina mengeram. Sebaiknya diberikan canary seed dan sayuran saja. Pemberian vitamin A juga perlu diberikan pada saat kenari betina. Hal ini dimaksudkan agar kualitas telur lebih baik juga jumlah telur yang dihasilkan nanti lebih banyak.

Setelah habis masa bertelur biasanya kenari betina langsung mengeram. Masa pengeraman biasanya berlangsung selama lebih kurang 14 hari (2 minggu). Pada masa-masa itu indukan betina jarang sekali makan atau minum. Oleh karena itu berilah secara rutin vitamin khusus untuk stamina burung yang banyak tersedia di toko/kios burung, agar stamina burung kenari betina tetap terjaga serta usahkan makanan selalu tersedia. Hal ini bertujuan agar pada saat telurnya nanti menetas indukan betina akan senantiasa meloloh anakannya dengan baik.

Menjelang 1 hari sebelum masa tetas telur kita harus menyediakan beberapa makanan khusus untuk persiapan indukan meloloh piyikan. Makanan tersebut berupa campuran kuning telur ayam /telur puyuh dengan tepung kacang hijau atau bisa juga makanan buat bayi, serta sayuran. Makanan tersebut kita letakan pada kandang juga jangan lupa air minum diberi vitamin..

Masa-masa kritis pada piyikan kenari biasanya ketika usia anakan kurang dari 7 hari bila anakan tersebut dalam pengasuhan induknya. Setelah melewati 7 hari biasanya anakan akan bertahan hingga mereka dapat keluar dari sarang sendiri. Namun kita juga harus tetap waspada sebab, pada kemungkinan penyakit yang kerap muncul dan menyerang anakan kenari (kenari muda). Sediakan selalu obat-obatan khusus seperti : obat cacing (khusus untuk burung) dan obat untuk gangguan pada pernafasan.

Pada usia 21 hari atau 3 minggu biasanya anakan sudah dapat makan sendiri. Makanan diberikan sebagaimana kenari dewasa yaitu : canary seed, sayuran serta telur puyuh. Pemberikan susu bubuk pada anakan kenari sangat berpengaruh sekali pada proses pertumbuhan serta kecerdasan anakan burung kenari tersebut. Anakan kenari setelah berusia 15 hari boleh dijemur namun jangan terlalu lama cukup 10 menit saja. Itupun waktunya ketika pagi hari sebelum jam 9.00, sebab sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan burung tersebut.
Pada usia 1 atau 1,5 bulan anakan kenari tersebut dapat kita jual dengan harga sesuai standar pasaran. Namun harus dilihat dulu kualitas warna serta suaranya. Jika menurut pengamatan kita anakan tersebut memiliki corak warna yang bagus serta volume saat ngriwik terdengar keras dan panjang maka sebaiknya untuk anakan kenari seperti ini kita beri harga lebih tinggi apalagi ditunjang oleh indukan kenari jantan juara. Namun tak ada salahnya jika memiliki anakan kenari yang berkualitas bagus sebaiknya kita persiapan untuk bibit pada ternakan kita selanjutnya.

Demikianlah tulisan ini dibuat agar seluruh pecinta burung kenari dapat memahami teknik beternak burung kenari, serta dapat memahami arti penting dalam hal beternak kenari. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Mungkin Kicau Mania punya masukan yang lebih baik bisa tulis komentar di bawah. Thank's.
READ MORE - Teknik Sukses Breeding Kenari

Tips Cara Perawatan Burung Mabung (Ngurak)


Mitos Yang Salah Tentang Mabung (Ngurak)
Porsi Extra Fooding Perlu Ditambah Pada Saat Ngurak

Mabung atau rontok bulu (moulting) adalah siklus normal dari keluarga burung, seperti halnya ganti kulit pada jenis ular. Secara gampang, saat mabung kondisi burung jelas tidak nyaman, atau merasa “sakit”. Bagi penggemar burung berkicau, khusus yang merawat burung lomba, perawatan saat mabung adalah menjadi hal yang sangat penting. Sedikit daja kesalahan, hasilnya bisa sangat mengecewakan, bukannya membuat burung menjadi bagus, tetapi malah burung menjadi rusak.


Burung yang rusak karena salah perawatan saat mabung (ngurak), umumnya ditandai dengan perubahan kebiasaan yang tidak seperti biasanya. Perubahan yang dimaksud adalah berubahan kerja burung menjadi jelek, misalnya burung menjadi tidak stabil penampilannya, suka loncat (meletik), sampai yang ekstrim menjadi macet atau tak mau bunyi ketika dilombakan. Normalnya, dalam satu tahun burung akan sekali mengalami masa mabung selama kurang lebih 2-3 bulan.
Tenang, Belajar
Kondisi tubuh burung yang sakit membuat masa mabung burung perlu ditempatkan di tempat yang relatif tenang, jauh dari hiruk pikuk kebisingan. Bukan berarti tidak ada suara sama sekali, karena masa tenang juga bisa dimanfaatkan sebagai masa “belajar”. Sejumlah kicau mania berkeyakinan bahwa saat mabung adalah saat yang tepat untuk memaster burung. Bahkan, bila ketika mabung tidak dimaster, ada yang berkeyakinan lagu burung bisa hilang lagi. Selain untuk mengingatkan lagu yang sudah bisa dinyanyikan, juga untuk menambah lagi variasi lagunya, sehingga setelah selesai mabung diharapkan penampilannya lebih bagus, lagunya juga lebih lengkap dan merdu.


Titik Balik
Mabung juga dianggap bisa menjadi titik balik untuk mengubah atau memperbaiki karakter burung. Kicau mania yang memiliki burung baru dan kemudian kesulitan menemukan setelan untuk dilombakan, biasanya akan berusaha untuk “memabungkan”. Ini berangkat dari asumsi, setelah mabung, stelan sudah bisa diubah sesuai dengan keinginan pemilik baru. Burung yang karena satu dan lain hal rusak, punya tabiat jelek, salah satu resep untuk mengembalikannya adalah perawatan pada saat mabung. Bila perawatannya pas, seusai mabung burung bisa kembali melesat seperti sedia kala.

Mitos Yang Salah Tentang Mabung
• Mabung disebabkan atau bisa dipacu dengan pemberian extrafooding tertentu, misalnya diberi kroto atau ulat hongkong dalam jumlah banyak secara terus menerus.
• Selama mabung burung terus dikrodong, tanpa dibuka, tanpa dibersihkan kandanganya.
• Selama mabung burung diberi makan dan minum sekedarnya, asal cukup atau asal kenyang.

Ini Baru Benar
• Mabung adalah siklus normal, bukan karena diberi makanan tertentu.
• Proses mabung bisa terganggu atau terhambat karena ada gangguang metabolisme. Gangguan metabolisme bisa terjadi karena asupan pakan yang kurang berkualitas. extrafooding seperti kroto, ulat hongkong, jangkrik, adalah contoh pakan yang bagus dan bisa memperbaiki proses metabolisme sehingga pemberian pakan ini membuat mabung menjadi lancar, bukan karena makanan tersebut jadi pemacu mabung.
• Selama mabung burung memang perlu dikrodong dan disendirikan, jangan terlalu sering diganggu karena kondisinya memang sedang sakit.
• Beri pakan yang berkualitas, juga air minum yang bersih dalam jumlah cukup, ternasuk pakan tambahan seperti kroto. Bila perlu berikan tambahan suplemen, vitamin, atau probiotik yang menurut pengalaman sangat membantu proses pemulihan.

• Cadangan pakan dan minuman kira-kira cukup buat tiga hari paling tidak seminggu dua kali kandang dibersihkan sambil mengganti pakan dan minum.
• Kandang yang tidak dibersihkan, kotoran menumpuk, mengundang bibit penyakit, apalagi saat musim hujan karena kandungan amoniak dalam kotoran juga meningkat.
• Secara teknis, kebutuhan makanan dan minuman selama mabung meningkat, baik dari sisi kualitas maupun jumlah. Jadi, jangan diberi pakan seperti kondisi normal.


Tulisan ini merupakan sebuah sharing pengalaman mungkin bisa dijadikan sebagai wacana dan tidak ada salahnya bila dicoba siapa tahu bisa dijadikan sebagai solusi bagi para kicau mania yang memiliki burung ngurak (mabung).
READ MORE - Tips Cara Perawatan Burung Mabung (Ngurak)