KAPAN BURUNG SIAP TARUNG?

Seringkali penghobi burung merasa jengkel karena tiba-tiba saja burungnya "ngedrop". Tidak lagi bisa tampil seperti biasanya, meskipun dia tidak pernah mengubah penanganan terhadap si burung, baik dari sisi makanan, mandi-jemur, maupun pemberian extra feeding. Ternyata belakangan diketahui, satu-dua bulu burung mulai berjatuhan. Ah, ternyata burung kesayangannya memasuki masa ngurak, yakni rontok bulu, sebagai bagian dari proses mabung (molting ).

Setelah sekian lama mabung, burung tak juga kunjung pulih. Jangankan mengeluarkan tembakan-tembakan andalan, bahkan ngeplong pun belum mau. Dan ternyata, kasus semacam itu banyak kita jumpai. Ternyata pula, banyak di antara kita yang belum memahami apa itu proses mabung. Dan apabila itu terjadi, kapan burung siap lagi untuk ditampilkan di arena lomba dan mencapai hasil maksimal?

Berkaitan dengan persoalan tersebut, berikut ini saya tampilkan sebuah grafik yang menggambarkan "siklus performance burung" yang saya ambil dari website David De Souza (www.shama.com.sg) yang menurut saya sangat bagus sebagai panduan kita, kapan burung kita siap dilombakan. Siap lomba dalam arti si burung tersebut sudah melewati masa ganti bulu trotol, mabung I atau setidaknya setelah mabung II.

Burung rata-rata mabung setahun sekali, bahkan ada yang lebih dari 1 tahun belum mabung karena faktor makanan, suhu, dan cuaca di sekitarnya. Berdasarkan "siklus performance burung" tersebut, maka bisa kita uraikan sebagai berikut:

Grafik: Siklus performance burung

1. Masa Mabung (Molting Periode)
Masa mabung burung memakan waktu sekitar 3,5 bulan. Kalau ada kelainan pada burung tersebut, masa mabung bisa memakan waktu sampai 4 bulan. Namun dalam kisaran 3 sampai 4 bulan, biasanya mabung sudah beres bila burung yang mabung kita perlakuan dengan baik, dalam hal ini: mandi, jemur, dan makanan porsinya sesuai dengan masa mabung.

2. Masa Siap Tarung (Ready for Contest Period)


Seusai mabung, burung memasuki kondisi fisik yang prima dan siap diturunkan ke arena latihan mapun lomba. Masa ini kurang lebih selama 6 bulan, dimulai sejak usai mabung (atau 3,5 bulan setelah memasuki masa ngurak/rontok bulu). Periode ini adalah waktu paling ideal untuk menurunkan burung ke arena lomba. Tentu saja dengan catatan bila burung kita sehat dan ditangani secara pas dalam hal perawatan hariannya, mulai dari pakan, mandi-jemur dan sebagainya. Dengan perawatan yang pas, tidak mengherankan kalau kita sering melihat ada burung jawara yang begitu selesai masa mabung sudah mampu menyabet lagi predikat jawara.

3. Kondisi puncak (Top Form Period)
Masa ini dimulai pada bulan ke-6 sampe bulan ke-9 dari, dan merupakan the best time untuk mengontestkan burung kita. Jadi selama 3 bulan ini, burung dalam kondisi puncak (top performance).

4. Masa Sebelum Mabung (Out of Form Before Molting Period)
Masa sebelum mabung, setidaknya dimulai bulan ke-10. Sebaiknya burung tidak dilombakan atau distirahatkan. Jadi ada 6 bulan di mana burung kurang vit, 3 bulan persiapan mabung + 3 bulan mabung. Pada periode 3 bulan persiapan mabung, banyak burung yang masih bisa merebut gelaran jawara. Pemilik benar-benar mengistirahatkan burung bila kondisi ngurak sudah nyata.

Semoga sekelumit tulisan ini bermanfaat untuk kita semua

0 komentar:

Poskan Komentar